TNI Jalin Kerjasama Operasi Informasi dengan US Army

TNI Jalin Kerjasama Operasi Informasi dengan US Army

- detikNews
Kamis, 02 Des 2004 15:15 WIB
Jakarta - TNI menjalin kerjasama di bidang operasi informasi dengan militer AS, khususnya US Army untuk kawasan Asia Pasifik. Namun, kerjasama tersebut bukan bagian dari pertukaran informasi intelijen.Hal itu diungkapkan oleh Kepala Dinas Penerangan Umum Mabes TNI Kolonel CAJ Ahmad Yani Basuki dan Chief Public Affair US Army Pasific (USARPAC) Letnan Kolonel Jhon Williams kepada wartawan di sela-sela penutupan Information Operation Subject Matter Expert Exchenge (IO-SMEE) Work Plan di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (2/12/2004). Menurut Ahmad Yani Basuki, acara IO-SMEE merupakan kegiatan bilateral dalam bentuk militer to militer yang sudah lama berlangsung. Juga merupakan pertukaran penjelasan dan pemahaman di bidang operasi informasi.IO-SMEE yang berlangsung dari tanggal 30 November-2 Desember ini diukuti 30 perwira penerangan TNI, 6 personel USARPAC dan dua atase pertahanan AS. Keenam tentara AS yang ikut merupakan perwakilan tentara yang berada di kawaan Pasifik, Singapura, Malaysia, Filipina, dan Jepang. "Tahun depan, TNI juga akan mengirim sekitar 5-6 perwira ke acara serupa SMEE di Hawaii," jelas Yani. Sementara, Letkol Jhon Williams menjelaskan, tujuan kerjasama ini untuk saling membagi informasi antara TNI dengan militer AS di wilayah Asia-Pasifik. "Kami ingin belajar bagaimana TNI melakukan ini, bagaimana US Army melakukan itu," jelasnya.Williams juga berharap dari pertemuan IO-SMEE ini, dapat belajar dan menemukan cara terbaik dalam memerangi isu terorisme global. Memang diakuinya bahwa pertemuan ini merupakan yang pertama kalinya dengan Indonesia, walau sudah sering dilakukan dengan seluruh negara Asia-Pasifik, Filipina dan Thailand."Kami sudah semakin akrab untuk saling memberi informasi dan masukan. Ini kesempatan yang bagus. Secara khusus kami ingin mengetahui militer Indonesia melakukan operasi informasi dan bagaimana hubungan militer dengan media massa, ancaman-ancaman, begitu juga sebaliknya," jelas Williams.Ketika ditanya apakah kerjasama ini termasuk saling tukar informasi di bidang intelijen, Williams menjawab bahwa hal itu tidak dibahas. "Kami tidak mengumpulkan informasi intelijen, tapi bagaimana kami membagi informasi itu, itu yang kami bahas di sini," jawabnya.Namun menurut Williams, kerjasama ini bisa dikatakan sebagai salah satu langkah awal untuk memperbaiki hubungan militer AS-Indonesia. "Kita bisa memiliki banyak teman dan sekutu. Acara ini salah satu cara untuk memulai ke arah itu. Bagaimana kami belajar kebudayaan dan bahasa Indonesia," jelasnya lagi.Williams sendiri memuji kesuksesan TNI dalam operasi informasi dalam operasi pemulihan keamanan di Aceh. "Sebagian orang tahu, media di sini ditraining dahulu, bagaimana TNI mensetup media center. Kami juga lakukan hal yang sama di Irak. Itu pekerjaan TNI yang luar biasa dan bagus di Aceh," katanya.Disinggung apakah penilaiannya yang positif tersebut termasuk pembatasan media asing dan lokal, justru Williams menjawab dirinya tidak melihat ke arah itu. (asy/)


Berita Terkait