Pemilik PT Sri Rejeki Isman Textil (Sritex), HM Lukminto meninggal dunia Rabu (5/2) malam di Singapura. Pagi ini keluarga akan bertolak ke Singapura untuk menjemput jenazah almarhum.
Rencananya jenazah akan dibawa ke Solo dan selanjutnya akan dimakamkan di pemakaman keluarga di Delingan, Karanganyar.
Informasi tersebut disampaikan oleh Ketua Humas Perkumpulan Masyarakat Surakarta (PMS), Sumartono Hadinoto, Kamis (6/2/2014). PMS adalah organisasi yang mewadahi warga etnis Tionghoa dan keturunannya di Solo dan sekitarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sumartono mengatakan, kemungkinan sesampai di Solo jenazah akan disinggahkan untuk sementara di kediaman Jalan Rajiman Solo dan pabriknya di Sukoharjo. Selanjutnya jenazah akan disemayamkan di rumah duka Tiongtong, Jalan Kol Sutarto, Solo.
"Informasi yang kami terima dari keluarga, rencananya jenazah Pak Luk akan dimakamkan di pemakaman keluarga 'Shri Garden', Delingan, Karanganyar, pada 16 Februari nanti. Dalam tradisi Tionghoa memang memungkinkan jenazah seseorang dimakamkan agak lambat dengan tujuan memberi kesempatan keluarga, kerabat dan kolega untuk penghormatan terakhir," lanjutnya.
Lukminto adalah pendiri dan pimpinan grup usaha Sritex, produsen tekstil terutama seragam militer. Hingga saat ini Sritex adalah produsen untuk seragam TNI/Polri, NATO, Pasukan PBB dan seragam militer dari tidak kurang dari 26 negara di dunia.
Karena bisnisnya tersebut, Lukminto menjadi dekat dengan para petinggi dan eks petinggi negara maupun militer di tanah air. Presiden Yudhoyono termasuk tokoh yang menjalin persahabatan cukup dekat dengan almarhum semasa hidupnya.
Selain aktif di dunia usaha, Lukminto juga aktif di kegiatan sosial. Dia juga mendirikan sejumlah organisasi untuk menyalurkan dana-dana bantuan kepada yang membutuhkan.
Dia juga ikut memprakarsai pengadaan pemakaman untuk etnik Tionghoa. Selain itu dia juga aktif di Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI), bahkan menjabat sebagai Bendahara Umum pengurus pusat.
(mbr/fdn)










































