Landasan Bandara Adi Sumarmo Dalam Keadaan Baik
Kamis, 02 Des 2004 13:29 WIB
Jakarta - Landasan di Bandar Udara Adi Sumarmo, Solo dalam keadaan baik saat pesawat Lion Air jenis MD-82 tergelincir, Selasa (30/11) lalu. Pasalnya, Jumat (26/11) baru saja dilakukan pengecekan terhadap instrument landing system di lokasi.Demikian dikatakan Dirut PT Angkasa Pura I Bambang Darwoto, pengelola Bandar Udara Adi Sumarmo di sela-sela rapat dengar pendapat umum dengan Komisi V DPR-RI di Gedung DPR/MPR Jl. Gatot Soebroto Jakarta, Kamis (2/12/2004)."Enam bulan sekali kita lakukan pengecekan terhadap fasilitas yang ada di bandara. Bahkan instrument landing system kita lakukan kalibrasi pada Jumat (26/11/2004) lalu hasilnya bagus, karena kita memang secara periodik melakukan pengecekan," papar Bambang.Bambang menegaskan, bahwa landasan di Bandar Udara Adi Sumarmo sudah mengikuti standar internasional ICAO. "Seperti bahan, kemiringan, rubber deposit kita semua sudah ikuti aturan dan semuanya normal," imbuhnya.Menurutnya, saat pesawat Lion Air jenis MD-82 akan mendarat kondisi landasan masih normal. "Menurut catatan kami, saat kejadian itu masih dalam batas toleransi dan itu masih kurang dari dua milimeter. Jadi keadannya masih normal saat kejadian," Bambang berujar.Disinggung soal evakuasi penumpang yang lambat, menurut Bambang hal itu dikarenakan kesalahan perkiraan dari petugas di bandara. "Satu menit setelah kejadian, petugas sudah di tempat, tapi mereka memang mengira kejadiannya di ujung runway. Ternyata 200 meter dari runway," jelasnya."Tapi kami dalam melakukan evakuasi tetap melakukan koordinasi. Lamanya evakuasi karena banyak korban yang terjepit, dan susah dikeluarkan," ujar Bambang.Mengenai instruksi SBY untuk melakukan audit terhadap bandar udara yang ada di Indonesia Bambang mengaku sudah memberikan instruksi untuk mempersiapkan pelaksanaan audit. "Internal evaluasi dari kita tetap ada, meski kita juga sudah secara rutin melakukan evaluasi. Tapi kita tetap akan mendengar evaluasi dari Dirjen Perhubungan Udara, diharapkan kurang dari satu minggu sudah ada hasil. Yang jelas untuk kejadian itu kita tunggu saja hasil dari Komisi Nasional Keselamatan Transportasi," tuturnya.Seperti diketahui, Bandar Udara Adi Sumarmo termasuk dalam klasifikasi bandara kelas III berdasarkan pendapatan, traffic, dan jumah penumpang. Klasifikasi ini tidak ada kaitannya dengan fasilitas untuk keselamatan penerbangan.
(dit/)











































