Edward, Mayat dalam Karung di Kampung Bali Tanah Abang Diduga Overdosis

Edward, Mayat dalam Karung di Kampung Bali Tanah Abang Diduga Overdosis

Mei Amelia R - detikNews
Rabu, 05 Feb 2014 17:10 WIB
Edward, Mayat dalam Karung di Kampung Bali Tanah Abang Diduga Overdosis
Jakarta - Pihak kepolisian belum bisa menyimpulkan penyebab kematian mayat dalam karung yang ditemukan di depan SDN 03 Kampung Bali, Tanah Abang, Jakpus. Mayat yang belakangan teridentifikasi bernama Lodewijk Angelo Edward (36) itu, diduga tewas karena overdosis.

"Diduga OD (overdosis) di suatu tempat kemudian dibuang di daerah situ," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto kepada wartawan, di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (5/2/2014).

Dugaan kematian korban akibat overdosis ini berdasarkan temuan bekas suntikan pada salah satu lengan korban. Hal ini juga diperkuat dengan keterangan keluarga korban.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Menurut keluarganya, dia kecanduan narkotika," imbuh Rikwanto.

Namun, untuk memastikan penyebab kematian pria bertato 'ASEAN' di dadanya itu, polisi masih menunggu hasil visum.

"Hasil visumnya baru keluar sore ini atau magrib-an lah," tutupnya.

Karung berisi mayat itu pertama kali dilaporkan oleh warga bernama Elyadi (49) saat sedang berkeliling meronsa. Saksi melihat motor Ninja RR bernopol B 3248 SHJ di depan sekolah tersebut dan di samping motor itu terdapat karung.

Saksi yang mencurigai karung tersebut kemudian membukanya hingga akhirnya diketahui isi karung itu rupanya mayat laki-laki. Saat ditemukan, mayat tersebut hanya mengenakan celana dalam hitam dan kaos kaki hitam serta jam tangan G-Shock warna biru.

Pada wajah korban ditutupi handuk kecil warna putih, kemudian hidung mengeluarkan darah serta mulut berbusa. Mayat memiliki ciri-ciri badan gemuk, warna kulit putih, rambut cepak dan tinggi badan sekitar 170 Cm.

Identitas korban diketahui setelah polisi menelusuri pelat nomor motor yang diparkir di samping mayat tersebut. Keluarga yang sudah mengecek jenazah, juga membenarkan bahwa mayat tersebut bernama Edward.



(mei/)


Berita Terkait