Korut Masih Enggan untuk Mulai Kembali Dialog Nuklir
Kamis, 02 Des 2004 13:03 WIB
Jakarta - Korea Utara (Korut) masih enggan untuk memulai kembali pembicaraan multilateral mengenai ambisi nuklirnya. Demikian diungkapkan juru bicara pemerintah Jepang, hari Kamis ini."Korea Utara masih memperlihatkan sikap negatif mengenai penyelenggaraan putaran dialog berikutnya pada waktu dini... sulit untuk mengatakan apakah itu (pertemuan) bisa diadakan tahun ini," ujar Kepala Sekretaris Kabinet Jepang, Hiroyuki seperti dilansir Reuters, Kamis (2/12/2004).Sebelumnya sejumlah media memberitakan bahwa ada prospek Korut ingin melanjutkan secepatnya pembicaraan enam negara guna menyelesaikan krisis nuklirnya. Pejabat pemerintah AS bahkan berharap dialog tersebut akan diadakan pada akhir Desember ini atau awal Januari 2005 mendatang.Kepada pers di Tokyo, Jepang, Hiroyuki mengatakan, pemerintah Tokyo akan terus mendesak Korut untuk menunjukkan sikap positif. Krisis nuklir Korut muncul pada Oktober 2002 lalu ketika pejabat-pejabat AS menyatakan bahwa Korut mengaku tengah menjalankan program rahasia untuk memproduksi senjata nuklir. Tiga putaran dialog yang melibatkan enam negara -- Korut, Korea Selatan, Jepang, Cina, Rusia dan AS -- telah diadakan di Beijing, Cina, namun tanpa menghasilkan kemajuan yang berarti. Pertemuan enam negara itu semula dijadwalkan berlangsung kembali pada September lalu, namun gagal terlaksana karena adanya penolakan dari Korut.Sebelumnya, Wakil Menteri Luar Negeri AS Richard Armitage seperti dikutip surat kabar Jepang, mengatakan bahwa dirinya berharap dialog nuklir bisa dilanjutkan pada minggu pertama Januari mendatang. "Kami semua berharap untuk memulai kembali pembicaraan, mungkin sekitar Desember atau minggu pertama Januari," tukas Armitage seperti dikutip koran Yomiuri Shimbun.
(ita/)











































