Sekitar pukul 12.40 WIB, genangan air di ruas jalan JIEP sempat lumpuh akibat genangan air. Pasalnya ketinggian air mencapai 50 hingga 60 sentimeter. Alhasil banyak pengendara mobil sedan atau roda dua sengaja memakirkan kendaraan di sisi jalan.
Meski begitu kondisi genangan air perlahan mulai surut. Namun lubang-lubang yang tertutupi oleh air membuat pengendara roda terperosok sehingga mesin kendaraannya mati. Kondisi itu dimanfaatkan warga sekitar untuk jadi ojek dorong dengan upah seikhlasnya.
"Tadi parah banget saya dari pukul 11.00 nunggu ampe surut gini," ujar penggendara roda dua, Syarifudin, yang hendak berangkat ke pabrik, Rabu (5/1/2013).
Syarudin mengatakan banjir ini merupakan tidak seperti biasanya. Meski diguyur hujan semalam kawasan tersebut tidak pernah banjir.
Meski begitu aktivitas industri masih terus berjalan. Sejumlah pabrik tetap beroperasi meski ruas jalannya digenangi air dengan ketinggian bervariasi.
(edo/mad)











































