Keluarga Ido Sering Berkumpul di Rumah Tempat Eksekusi Feby Lorita

Keluarga Ido Sering Berkumpul di Rumah Tempat Eksekusi Feby Lorita

Prins David Saut - detikNews
Rabu, 05 Feb 2014 13:00 WIB
Keluarga Ido Sering Berkumpul di Rumah Tempat Eksekusi Feby Lorita
Jakarta - Gufron (38) telah tinggal satu tahun lebih di rumah yang bersebelahan dengan rumah tempat eksekusi si cantik Feby Lorita. Menurut Gufron, ada tiga orang yang menghuni rumah itu.

"Ada mamanya Rahel, Yosua kakaknya Rahel dan si Rahel yang umurnya baru tiga tahun. Kita nggak ada yang tahu nama mamanya Rahel," kata Gufron di kediamannya di Perumahan Puri Citayam Permai II Blok D4 No 1 RT 07/22, Bojong Gede, Kabupaten Bogor, Rabu (5/2/2014).

Pria beranak dua itu menambahkan, seminggu sebelum rumah berwarna merah muda itu didatangi polisi pada Minggu (2/2) kemarin, Rahel dan ibunya pulang kampung. Sementara rumah tersebut dihuni Yosua yang berusia 17 tahun dan keponakan bunda Rahel bernama Ancen (22).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Keponakan dia merawat si Yosua karena si Yosua sakit, badannya gemetaran terus dan susah berkomunikasi," ujar Gufron.

Gufron tidak tahu keberadaan Yosua dan Ancen ketika peristiwa pembunuhan terjadi. Namun saat keduanya datang, Yosua dan Ancen terkejut dengan keberadaan polisi di rumah mereka.

"Waktu Minggu (2/2) malam, Yosua sama ponakan mamanya Rahel pulang dan kaget ada polisi. Pas kejadian nggak ada yang tahu, mobil datang saja saya nggak tahu," ujar Gufron.

Hubungan penghuni rumah dengan Ido juga tidak diketahui oleh Gufron. Gufron hanya mengenal Daniel yang membantu Ido membuang mayat.

"Saya nggak tahu Ido, tapi kalau Daniel memang suka berkunjung ke sini. Mamanya Rahel itu kakaknya Daniel. Mereka suka kumpul kakak beradik, kalau sudah begitu rumahnya jadi ramai," ujar Gufron.

Selain sosok mamanya Rahel, Gufron tak pernah mengobrol dengan penghuni lainnya. Namun ada suatu peristiwa yang diingat dirinya, yakni ketika Yosua bertengkar dengan adiknya Rahel sampai menghebohkan tetangga lainnya.

"Cuma mamanya Rahel yang pernah ngobrol sama tetangga, ya obrolan ibu-ibu, saya nggak begitu ngerti. Tapi sebelum kejadian ini, pernah ada ribut si Yosua sama adiknya, ramai banget kayak orang berantem," tutup Gufron.

Feby Lorita ditemukan tewas mengenaskan dalam bagasi mobil Nissan March bernopol F 1356 KA di Pondok Kopi, Duren Sawit, Jakarta Timur, Selasa (28/1/2014) lalu. Mobil tersebut sudah terparkir di lokasi sejak Sabtu (25/1) lalu, dalam kondisi accu sudah tidak terpasang.

Dari hasil autopsi, Feby tewas karena luka akibat benda tajam pada lehernya. Waktu kematian Feby lebih dari 24 jam sebelum jasadnya ditemukan.

Sebelum dibunuh, Feby juga ditonjok di bagian mukanya di Cawang, hingga rontok giginya. Wanita asal Bengkulu itu juga dipukul di bagian tengkuk saat bertengkar dengan Ido.

Polisi akan menggelar rekonstruksi di sebelah rumah Gufron pada pukul 14.00 WIB.

(vid/rmd)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini