Seorang penumpang setia Commuter Line, Ina Giraf, menuturkan kepada detikcom, dia harus menempuh perjalanannya dari Stasiun Pondok Cina ke Stasiun Karet hingga hampir 3 jam.
"Saya berangkat pukul 07.00 WIB. Biasa sampai kantor pukul 07.50 WIB. Paling telat pukul 08.00 WIB. Tapi ini parah. Mana belum sarapan. Saya sampai kantor pukul 10.00 WIB," ujar Ina yang berkantor di dekat Thamrin City, Rabu (5/2/2014)
Ina mengatakan, saat berangkat dari stasiun Pondok Cina, kepadatan di KRL normal seperti hari-hari biasa. Ina tidak mendapatkan tempat duduk. Cuaca di Depok juga cerah. Namun begitu masuk stasiun Tanjung Barat dan Pasar Minggu, banyak penumpang jurusan Kota dan Tanah Abang yang masuk sehingga makin memadati KRL yang sudah penuh.
"Saya nggak bisa ngapa-ngapain di dalam. Dekat saya bahkan ada yang pingsan, saya hanya bisa pegangin. Penuh sesak," tuturnya. Saat itu, Ina menumpang di gerbong khusus wanita.
"Pengumuman ada gangguan sinyal baru terdengar di Tanjung Barat dan Pasar Minggu. Kenapa enggak diumumkan sejak dari Pondok Cina, jadi penumpang kan bisa mencari angkutan alternatif lain," tutur Ina.
Situasi lebih parah ditemuinya saat memasuki Stasiun Manggarai. Penumpukan penumpang di stasiun tersebut tidak seperti biasanya. Banyak penumpang yang mau ke Bekasi, Kota dan Tanah Abang tidak mendapatkan kereta.
Menurutnya, kereta yang akan ke Kota tertahan di Manggarai, dan kereta yang ke Tanah Abang hanya sampai Duri.
"Di Manggarai, saya ketahan sampai 2 jam. Sudah kereta sebelumnya jalannya pelan. Teman saya di kereta depan, katanya tertahan 30 menit antara Tebet-Manggarai. Sampai di Manggarai, sudah banyak orang yang mau ke Bekasi," ucapnya.
(rmd/nrl)











































