Biasanya, jarak yang tidak terlalu jauh ini hanya ditempuh kurang dari 3 menit. Ini karena KRL berhenti hingga beberapa kali menunggu antrean. Sayangnya, kereta berhenti di tengah perjalanan, bukan di stasiun. Akibatnya, para penumpang tidak punya pilihan lain kecuali menunggu di dalam gerbong yang pengap dan panas. Para penumpang pun akhirnya memaksa buka kaca jendela dan pintu kereta agar ada udara masuk.
Seharusnya KRL menunggu antrean dan berhenti lama di stasiun saja, dengan pintu terbuka. Dengan cara ini, para penumpang punya opsi untuk berganti ke moda transportasi lain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tercatat KRL yang berangkat dari stasiun Bogor pukul 08.30 WIB, Rabu (5/7/2014) ini berhenti tiga kali di tengah perjalanan dari Stasiun Tanjung Barat menuju Pasar Minggu. Saat berhenti di Stasiun Tanjung Barat pada pukul 09.30 WIB, kereta ini normal saja, berhenti sesaat untuk menurunkan dan menaikkan penumpang. Namun, tidak ada pengumuman di stasiun atau di dalam kereta yang menyarankan agar penumpang turun dan berganti ke angkutan lain, karena terjadi penumpukan kereta menuju Pasar Minggu.
Kereta ini akhirnya baru tiba di Stasiun Pasar Minggu pukul 10.30 WIB. Sebagian penumpang akhirnya mengakhiri perjalanannya di Stadium Pasar Minggu, meski stasiun ini bukan stasiun tujuan akhirnya.
"Terpaksa turun di sini. Kalau lanjut pakai kereta juga pasti tambah lama, karena ngantre. Kaki juga sudah pegel-pegel karena berdiri," gerutu seorang ibu.
(asy/rmd)











































