Hingga saat ini Jokowi belum bisa memutuskan nasib bintang itu. Monyet yang tadinya berjumlah 83 menjadi 67 ekor itu masih dalam pengawasan di Balai Kesehatan Hewan dan Ikan Dinas Peternakan dan Perikanan Provinsi DKI Jakarta di Jl RM Harsono, Ragunan, Jakarta Selatan. Monyet-monyet itu diketahui terserang TBC dan Hepatitis.
Berikut kisah monyet-monyet yang belum jelas nasibnya ini seperti dirangkum detikcom, Rabu (5/2/2014):
|
|
Jumlahnya dari 87 Menjadi 67
|
|
"Sekarang sisanya 67 di sini. Sehat semua. Lihat itu, semua aktif bermain," kata Aswindrastuti.
Jumlahnya dari 87 Menjadi 67
|
|
"Sekarang sisanya 67 di sini. Sehat semua. Lihat itu, semua aktif bermain," kata Aswindrastuti.
Disuntik Mati
|
|
Pilihan euthanasia, alias suntik mati harus diambil dokter hewan dari Balai Kesehatan Hewan dan Ikan (BKHI). Ini karena monyet-monyet tak lagi bisa disembuhkan dari penyakit TBC dan berpotensi menularkan penyakit ke monyet yang sehat.
"Ada 14 ekor yang sudah dilakukan euthanasia karena TBC," ungkap Kepala Seksi Puskesmas LPT BKHI Dinas Peternakan dan Perikanan, V Aswindrastuti.
Disuntik Mati
|
|
Pilihan euthanasia, alias suntik mati harus diambil dokter hewan dari Balai Kesehatan Hewan dan Ikan (BKHI). Ini karena monyet-monyet tak lagi bisa disembuhkan dari penyakit TBC dan berpotensi menularkan penyakit ke monyet yang sehat.
"Ada 14 ekor yang sudah dilakukan euthanasia karena TBC," ungkap Kepala Seksi Puskesmas LPT BKHI Dinas Peternakan dan Perikanan, V Aswindrastuti.
Gigi Dihancurkan dan Ekor Dipatahkan
|
|
"Dia ekornya dipatahin, luka di ekor. Giginya semua terinfeksi karena semua dirusak agar tak bisa mengigit. Butuh tiga jam untuk menyembuhkan infeksinya," kata Koordinator perlindungan satwa liar JAAN, Femke den Hass.
Gigi Dihancurkan dan Ekor Dipatahkan
|
|
"Dia ekornya dipatahin, luka di ekor. Giginya semua terinfeksi karena semua dirusak agar tak bisa mengigit. Butuh tiga jam untuk menyembuhkan infeksinya," kata Koordinator perlindungan satwa liar JAAN, Femke den Hass.
Ditolak Karena Belum Ada Label Sehat
|
|
"Kami sangat terbuka, asalkan label sehat dari BKHI sudah didapatkan, sesuai dengan diskusi yang diikuti ahli primata, kesehatan hewan, ataupun LSM," ujar humas TMR, Wahyudi Bambang.
Ditolak Karena Belum Ada Label Sehat
|
|
"Kami sangat terbuka, asalkan label sehat dari BKHI sudah didapatkan, sesuai dengan diskusi yang diikuti ahli primata, kesehatan hewan, ataupun LSM," ujar humas TMR, Wahyudi Bambang.
Ditempatkan di Suatu Pulau
|
|
"Kalau Ragunan menolak, kita ada rencana untuk menempatkan monyet-monyet itu di suatu pulau di DKI. Namun yang paling masuk akal adalah membangun enclosure (tempat berpagar) di Ragunan, sekaligus menempel foto-foto masa lalu monyet itu sebagai topeng monyet," ungkap Femke.
Femke menilai, tempat seperti itu akan bisa menjadi sarana edukasi bagi masyarakat tentang kera ekor panjang. Nasib monyet-monyet hasil razia itu harus dipastikan.
Ditempatkan di Suatu Pulau
|
|
"Kalau Ragunan menolak, kita ada rencana untuk menempatkan monyet-monyet itu di suatu pulau di DKI. Namun yang paling masuk akal adalah membangun enclosure (tempat berpagar) di Ragunan, sekaligus menempel foto-foto masa lalu monyet itu sebagai topeng monyet," ungkap Femke.
Femke menilai, tempat seperti itu akan bisa menjadi sarana edukasi bagi masyarakat tentang kera ekor panjang. Nasib monyet-monyet hasil razia itu harus dipastikan.
Halaman 2 dari 12











































