"Semoga perbaikan dilaksanakan tepat waktu. Sehingga tidak membawa dampak yang makin buruk bagi masyarakat," kata Presiden SBY.
Hal itu disampaikan Presiden usai meninjau proses perbaikan jalur yang rusak di Jalan Mayjen S Parman, Pekalongan, Jawa Tengah, Selasa (4/2/2014).
Presiden berserta Ibu Ani Yudhoyono memang langsung melakukan peninjauan begitu tiba di Pekalongan dari Cirebon. Saat presiden datang, proses penyelesaian masih berlangsung.
Saat kedatangan presiden, bau aspal masih begitu menyengat. Cuaca saat itu, Pekalongan diguyur hujan intensitas ringan. Presiden tampak mendapat penjelasan dari Wakil Menteri PU, Hermanto Dardak. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang memakai baju putih juga turut menyimak.
Hermanto menjelaskan, curah hujan dengan intensitas tinggi sejak 17 Januari lalu telah membuat kerusakan di jalur Pantura. Dari total panjang jalur Pantura 410 kilometer, sekitar 30 persen atau 130 kilometer mengalami kerusakan seperti ambles atau longsor.
Tingginya curah hujan juga mengakibatkan banjir dengan tinggi genangan air 0,5-1,5 meter di sejumlah daerah. Antara lain Kabupaten Pemalang, Kota Pekalongan, Kabupaten Kendal, Kota Semarang, Kabupaten Demak, Kabupaten Kudus dan Kabupaten Pati.
Perjalanan detikcom dari Stasiun Kereta Api Pekalongan menuju kawasan Kendal memang banyak ditemui jalanan rusak. Dalam setiap radius puluhan meter, pasti kita akan melewati jalanan yang bolong-bolong. Bahkan beberapa sungai yang dilewati debit airnya meningkat sangat drastis.
Salah seorang warga Semarang, Joko menuturkan kerusakan di jalur Pekalongan-Kendal terbilang sangat parah. Jika pengendara tidak hati-hati, bahkan Joko mewanti-wanti bisa saja kendaraan terperosok.
(mok/rmd)











































