"Kami sangat terbuka, asalkan label sehat dari BKHI sudah didapatkan, sesuai dengan diskusi yang diikuti ahli primata, kesehatan hewan, ataupun LSM," ujar humas TMR, Wahyudi Bambang, saat dihubungi Selasa (4/2/2014).
Menurut Bambang, pihaknya akan menerima primata tersebut, asalkan pihak BKHI telah menjamin bahwa monyet tersebut dalam keadaan sehat.
"Dapat masuk TMR asal seluruh monyet dalam kondisi sehat dan siap masuk dalam tahap penggabungan pada kandang besar," jelasnya.
Kepala BKHI Aswindrastuti sendiri telah menjelaskan status kesehatan primata ini. Walaupun 14 ekor telah di-euthanasia (suntik mati) karena menderita TBC, 67 sisanya saat ini berada dalam kondisi sehat.
"Keseluruhan monyet ada sebanyak 67 ekor, statusnya sebanyak 33 ekor sudah benar-benar dinyatakan sehat, dan sebanyak 35 ekor masih tahap pengamatan kesehatan karena menderita penyakit seperti radang, gigi, saluran pernafasan dan penyakit lainnya. Tapi secara keseluruhan sudah mulai kami dekatkan dan gabungkan, tujuannya supaya satwa tidak stres dan tidak ada konflik saat digabungkan di kandang besar TMR nanti," jelasnya saat dihubungi, Selasa (4/2/2014).
Selain itu, lanjut Aswin, saat ini monyet-monyet tersebut saat ini sudah mulai beradaptasi dengan baik. "Kalau saya lihat bagus perkembangannya, malahan ada yang sudah mau kawin, kalau perkiraan saya tidak beberapa lama lagi bisa dikirim ke kandang besar TMR," jelas wanita yang akrab disapa Bu Aswin ini.
(rni/nwk)











































