Kisah Joni, Giginya Dihancurkan dan Ekornya Dipatahkan

Kisah Joni, Giginya Dihancurkan dan Ekornya Dipatahkan

Danu Damarjati - detikNews
Selasa, 04 Feb 2014 19:19 WIB
Kisah Joni, Giginya Dihancurkan dan Ekornya Dipatahkan
Foto: Ilustrasi
Jakarta -

Malang betul Joni satu ini. Saat Joni ditemukan di kawasan Jakarta Timur, kondisinya sangat memprihatinkan karena trauma diperlakukan tanpa kasih sayang.

Joni merupakan satu dari puluhan ekor monyet yang diselamatkan Pemprov DKI lewat razia topeng monyet pada Oktober 2013. Saat ini, Joni telah berada di Balai Kesehatan Hewan dan Ikan (BKHI) DKI Jakarta. Koordinator perlindungan satwa liar JAAN, Femke den Hass, mengisahkan kondisi Joni.

"Saya sudah lihat banyak penderitaan. Tapi pas lihat Joni saya langsung menangis, kok manusia bisa sejahat ini," kata Femke kepada detikcom, Selasa (4/2/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Femke yang mengaku telah mencurahkan perhatian terhadap nasib satwa sejak 15 tahun lalu ini menemukan Joni dalam keadaan kurus kering. Padahal seharusnya dia menjadi pejantan dewasa yang besar dan berwibawa.

"Dia kurus kering, tidak pede lagi. Kita lihat dia saja, dia langsung ketakutan sambil teriak, guling-guling ke tanah," kisah Femke.

Joni ketakutan melihat manusia. Agaknya, monyet ini trauma telah diperlakukan kejam oleh pemiliknya. Untuk bisa tampil menjadi topeng monyet yang 'aman', gigi-gigi Joni dihancurkan oleh pemiliknya. Bahkan ekornya juga dipatahkan.

"Dia ekornya dipatahin, luka di ekor. Giginya semua terinfeksi karena semua dirusak agar tak bisa mengigit. Butuh tiga jam untuk menyembuhkan infeksinya," katanya.

Kemudian, Joni dibawa ke BKHI lengkap dengan motor kecil dan topengnya. Setelah masuk ke ruang karantina dan ditangani dokter-dokter hewan, akhirnya Joni sehat kembali. Joni kini menjadi pejantan tangguh yang berani melindungi kawanannya.

"Sekarang, dia jadi bintang di antara kawanannya," tandas Femke dengan puas.

(dnu/nrl)


Berita Terkait