Pengamat: Gus Dur Harus Belajar Demokrasi

Pengamat: Gus Dur Harus Belajar Demokrasi

- detikNews
Kamis, 02 Des 2004 10:28 WIB
Jakarta - Ancaman akan membuat NU tandingan adalah bukti bahwa Gus Dur tidak demokratis. Sikap tersebut, bukanlah pendidikan politik yang baik bagi warga NU.Hal tersebut dikatakan pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI) Maswadi Rauf saat berbincang-bincang dengan detikcom, Kamis (2/12/2004) pagi."Saya pikir Gus Dur bukan seorang demokrat, kalau dia kalah lalu membentuk NU tandingan itu tindakan yang sangat keliru. Gus Dur harus belajar demokrasi," ujar Maswadi. Maswadi menilai, sikap Gus Dur tidak memberi contoh yang baik terhadap warga NU. "Itu bukan pendidikan politik yang bagus bagi warga NU, itu adalah panutan yang salah. Dengan sikap seperti itu Gus Dur tidak layak dianggap sebagai seorang tokoh," paparnya.Pamor Gus Dur Sudah TurunSeharusnya, lanjut Maswadi, Gus Dur lebih arif menyikapi kekalahannya."Harusnya Gus Dur menerima kekalahan itu, sebelumnya saya memang sudah memperkirakan Hasyim Muzadi akan menang. Saya lihat sudah ada erosi kepemimpinan dari Gus Dur, pamornya sudah turun," Maswadi berujar.Lebih lanjut lagi, menurut Maswadi, dalam kepemimpinannya mendatang Hasyim harus lebih berhati-hati. "Ke depan, kita harapkan Hasyim Muzadi tidak melibatkan NU dalam politik. Kemarin karena dia mencalonkan Wapres kelihatnnya melibatkan nama NU, itu memang kekeliruan. Mudah-mudahan ke depan dia tidak melibatkan NU lagi," demikian Maswadi. (dit/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads