Rudi Bela Sutan Bhatoegana, Sebut PT Timas Layak Menang Tender

Rudi Bela Sutan Bhatoegana, Sebut PT Timas Layak Menang Tender

- detikNews
Selasa, 04 Feb 2014 16:11 WIB
Rudi Bela Sutan Bhatoegana, Sebut PT Timas Layak Menang Tender
Jakarta - Rudi Rubiandini angkat bicara mengenai adanya tender konstruksi lepas pantai yang melibatkan PT Timas yang dipimpin Sutan Bhatoegana. Menurut Rudi, PT Timas memang menawarkan harga terendah.

"Kebetulan perusahaan yang dikawal SB itu memang nilainya paling rendah. Memang dialah yang seharusnya menjadi pemenang lelang," ujar Rudi usai persidangan di PN Tipikor, Jakarta, Selasa (4/2/2014).

Rudi mengatakan, bisa jadi Sutan mengontak dirinya melalui pesan singkat, karena adanya kekhawatiran.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Namun memang ada masalah-masalah lain. Dia menyampaikan kepada saya. Bukan istilahnya saya harus mengatur. Tidak sama sekali," ujar Rudi.

Mantan Wamen Kementerian ESDM juga membantah Sutan memesan agar PT Timas dimenangkan.

"Jangan diartikan sebagai pesanan," kata Rudi.

Nama Ketua Komisi Komisi VII Sutan Bhatoegana dikait-kaitkan dalam kasus suap SKK Migas dan Kementerian ESDM, terkait penerimaan uang. Politikus Demokrat itu kembali disebut, kali ini soal upaya untuk mengamankan perusahaan miliknya PT Timas Suplindo.

Hal tersebut terungkap dari rekaman percakapan melalui pesan singkat antara Deputi Pengendalian Bisnis SKK Migas Gerhard Rumeser dan Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini pada pertengahan 2013. Saat itu Rudi mengirimkan pesan singkat kepada Gerhard.

"Dari SB. Pak Rudi saya dengar tender sudah dibuka. Penawaran Timas lebih rendah dari Saipem. Seharusnya pemenang tender dari penawar terendah," demikian bunyi SMS tersebut yang dibacakan oleh hakim anggota Anwar.

Ketika dikonfirmasi pesan singkat tersebut, Gerhard mengatakan bahwa itu merupakan pesan dari Sutan Bhatoegana kepada Rudi. Oleh Rudi diteruskan kepada Gerhard. Proyek yang dimaksud adalah pembangunan konstruksi lepas pantai.

"Saya menduga SB adalah Sutan Bhatoegana karena Sutan adalah komisaris PT Timas," ujar Gerhard.

"Di BAP saudara, Anda menyebut pesan dari SB ini karena dia ingin mengawal PT Timas, betul seperti itu," tanya jaksa Riyono.

"Iya," jawab Gerhard yang kini menjadi tenaga ahli di SKK Migas ini.

(/rmd)


Berita Terkait