"Sebetulnya, kita belum ada anggaran BKHI untuk merawat monyet-monyet ini," kata Kepala Seksi Puskesmas LPT BKHI Dinas Peternakan dan Perikanan, V Aswindrastuti, di kantornya, Jl RM Harsono, Ragunan, Jakarta, Selasa (4/2/2014).
Ke-67 monyet itu dirawat BKHI bekerjasama dengan LSM Jakarta Animal Aid Network (JAAN). Aswindrastuti menyatakan JAAN memberikan bantuan dalam bentuk makanan dan keperluan jadi untuk monyet-monyet itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Monyet-monyet itu masuk ke BKHI pada Oktober 2013. Untuk 2013 sendiri, sebenarnya BKHI mempunyai anggaran yang berkaitan dengan monyet, namun anggaran itu sangat tidak mencukupi.
"Untuk 2013, anggarannya cuma untuk 2 ekor monyet yang menggigit, cuma untuk observasi," ucap Aswindrastuti.
Dia belum bisa memastikan apakah di 2014 ada anggaran untuk merawat 'keluarga Sarimin' yang ditolak Taman Margasatwa Ragunan (TMR) itu. Yang jelas, kini monyet-monyet itu masih dirawat oleh tiga orang dari BKHI dan tiga orang lagi dari JAAN.
(dnu/nrl)











































