Seperti pengakuan dari Andi, pembaca detikcom pada Selasa (4/2/2014). Andi memotret foto preman yang sedang menghitung hasil meminta paksanya kepada para penumpang Metro Mini di emper toko.
"Preman berlagak pengamen, dekil bertato, tato dimejengin, minta agak memaksa, nada bicara tinggi, sorot mata nanar. Bikin kaum hawa gemetaran deh. Biasanya naik di titik Poncol saat palang kereta Stasiun Senen menutup," tutur Andi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"3 Metro Mini itu yang jadi sasaran. Mereka ada beberapa orang, gantian. Lihat badan dan nada bicara, bahasa tubuh saja para penumpang bergetar lututnya. Bisa jadi preman-preman itu berbekal sajam (senjata tajam)," tutur Andi.
Andi yang bekerja di kawasan Cempaka Putih ini mengeluhkan tak ada aparat penegak hukum yang menertibkan para preman meresahkan ini.
(nwk/nrl)











































