Semarang Kembali Terendam Banjir, Seperti Ini Kondisinya

Semarang Kembali Terendam Banjir, Seperti Ini Kondisinya

- detikNews
Selasa, 04 Feb 2014 14:27 WIB
Semarang Kembali Terendam Banjir, Seperti Ini Kondisinya
Semarang - Hujan yang mengguyur Kota Semarang mengakibatkan banjir di sejumlah Kecamatan. Beberapa sungai meluap dan menggenangi perkampungan.

Dari pantauan detikcom, dari Semarang bagian Timur banjir terjadi di daerah Genuk, Tlogosari, Muktiharjo, Jalan Gajah Raya, dan Sawah Besar termasuk jalan pantura di Kaligawe yang menyebabkan kepadatan kendaraan. Di Sawah Besar, banjir terjadi karena luapan sungai Kanal Banjir Timur dini hari tadi.

"Sekitar pukul 02.00 WIB air meluap. Warga keluar membuat tanggul dari karung berisi pasir," kata salah satu warga, Hadi Santoso kepada detikcom, Selasa (4/2/2014).

Sebanyak 1.200 warga di Kecamatan Gayamsari yang berada di dekat Kanal Banjir Timur rumahnya tergenang banjir. Sementara itu akses jalan di Citarum menuju Kota Lama juga terendam air hingga menyebabkan banyak motor mogok.

Di Bubakan dan Kota Lama air menggenang bahkan hingga pinggang orang dewasa. Akses jalan menuju stasiun Tawang yang berada di Kota Lama pun terendam banjir sehingga dilakukan lagi berhenti luar biasa (BLB) di stasiun Poncol agar penumpang bisa naik dari satasiun Poncol.

"Kami berlakukan lagi BLB di Poncol agar penumpang tidak kena banjir. Tapi kalau mau naik dari Tawang masih bisa," kata Kepala PT KAI Daops IV, Wawan Ariyanto.

Banjir di Kota Lama hampir merata di seluruh wilayah termasuk di depan Mapolres Semarang Utara dan Kantor Satlantas Polrestabes Semarang. Sejumlah wilayah di Kecamatan Semarang Utara memang menjadi langganan banjir ketika hujan deras turun.

Sementara itu di bagian Barat kota Semarang yaitu di wilayah Mangkang, banjir terjadi akibat luapan sungai Plumbon dan Beringin. Puluhan warga kelurahan Wonosari dievakuasi tim SAR karena air diperkampungan mencapai 1,5 meter. Air dari sungai Plumbon dan Beringin sempat meluap ke pantura dan menyebabkan kemacetan panjang bahkan hingga Kendal.

Walikota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan dari hasil pantauannya banjir paling parah terdapat di sekitar sungai Kanal Banjir Timur dan Mangkang. Nantinya setelah air surut pihaknya akan melakukan pembersihan sampah-sampah dan sedimen di sungai.

"Pantauan kami kondisi air di sungai sudah menyusut, nanti kita bersihkan sedimen dan sampah. Sedangkan di daerah pasar Waru diefektifkan pompa airnya," pungkas Hendrar.

Saat ini banjir di sejumlah wilayah di semarang mulai surut. Meski demikian genangan tetap masih terjadi beberapa titik. Sedangkan jalur pantura di sekitar Mangkang yang sempat tersendat mulai terurai.

(alg/try)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads