"Jadi kan saya kalau jabatan kan manajer divisi aset, tapi sebenarnya saya hanya menerima pendelegasian beberapa aset saja yang saya urus, jadi tidak semuanya. Saya tidak tahu semuanya," ujar Agah di KPK, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin (3/2/2014).
Agah mengungkapkan, beberapa aset Wawan yang dikelolanya antara lain SPBU, SPBG, kos-kosan, apartemen dan perusahaan Jaya Beton. SPBU dan SPBG berada di Serang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait bebebapa mobil mewah dan perusahaan, Agah mengaku tidak tahu. Pasalnya, Wawan ternyata mempunyai beberapa aset manager.
"Saya memang prinsipnya kalau saya hanya menerima pendelegasian beberapa unit saja. Tidak 100 persen aset," tegasnya.
Agah mengungkapkan, pihak KPK sebenarnya telah menyita semua dokumen terkait aset Wawan. Menurutnya, semua dokumen aset disimpan Wawan di kantor PT Bali Pasific Pragama yang telah digeledah KPK.$
KPK memang menduga aset Wawan berjumlah lebih dari 100 item. Baru sebagian kecil saja yang sudah disita KPK.
(kha/jor)











































