Desa ini pada Desember 2013 lalu diserang hujan batu dan lumpur akibat erupsi Gunung Sinabung. Akibat kejadian itu rumah-rumah warga di lokasi tersebut tampak hancur.
Pengamatan detikcom, Senin (3/2/2014), beberapa rumah warga hancur bagian atapnya. Bahkan balai desa yang terdapat di Kuta Gugung hancur akibat hujan batu dan hujan lumpur yang menyerang desa tersebut.
Aspal jalan yang biasa berwarna hitam pun sudah tak terlihat lagi akibat tebalnya abu. Jalanan itu kini berisi abu yang menumpuk dengan ketebalan bisa mencapai satu inch.
Fasilitas umum seperti gereja dan masjid juga terlihat hancur. Masjid Nurhidayah yang terletak di desa tersebut tampak hancur. Bahkan, kubah Masjid yang harusnya berada di atas, ambruk dan jatuh ke tanah.
Ladang-ladang milik warga juga hancur diterjang hujan lumpur. Tak ada lagi yang bisa dipanen dari hasil tani warga. Pohon-pohon pun tampak layu. Beberapa batang pohon terlihat tumbang dan jatuh menghalangi sebagian badan jalan.
Tak ada penghuni di Kuta Gugung, meskipun desa ini tidak terkena efek awan panas Gunung Sinabung. Karena, angin bergerak ke arah Desa Suka Meriah.
(rvk/jor)











































