Airin datang ke KPK, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jaksel, Senin (3/2/2014), menggunakan baju kemeja putih dengan garis-garis hitam. Dia membawa dokumen dalam sebuah tas cokelat.
Usai meminta izin di lobi KPK, dia langsung masuk ke Rutan KPK sekitar pukul 10.20 WIB untuk menemui suaminya. Seperti biasa, Airin hanya tersenyum saat diberondong pertanyaan oleh wartawan.
Sekitar dua jam kemudian, putri favorit pada ajang Puteri Indonesia tahun 1996 ini pun keluar dari rutan KPK. Namun wajahnya tampak berbeda. Senyum yang biasanya merekah kini berubah jadi kesedihan. Airin menangis sepanjang perjalanan menuju mobil Innova cokelat yang menunggunya. Tangan kirinya terus memegang sapu tangan sambil menutupi wajah, sementara tangan kanan Airin masih memegang dokumen di dalam tas cokelat.
Tak jelas apa penyebab tangisan Airin. Dia tak mau berkomentar saat ditanya wartawan soal kesedihannya.
Para penjenguk lain yang datang ke rutan KPK pun tak tahu soal penyebab Airin menangis. Sama halnya dengan para petugas rutan.
"Nggak tahu, tiba-tiba nangis pas keluar," cerita salah seorang petugas.
Spekulasi pun mulai berhembus soal masalah yang mendera Airin dan Wawan. Mulai dari urusan pribadi, hubungannya dengan sang suami, hingga persoalan harta super mewah Wawan yang baru saja disita KPK. Rumor lain beredar soal dugaan keterlibatan Airin dalam kasus yang menjerat sang suami. Namun semua ini masih sebatas isu yang tak jelas kebenarannya.
Untuk sementara, tangisan Airin masih menjadi misteri....
(mad/fjp)











































