Informasi dihimpun detikcom, harimau sudah mulai berkeliaran di permukiman warga sejak beberapa hari terakhir ini. Warga yang takut jadi sasaran harimau ini akhirnya melaporkan ke Balai Konservasi dan Sumberberdaya Alam (BKSDA) setempat. Selain itu, warga juga melaporkan ke lembaga-lembaga konservasi harimau lainnya.
Pemilik Peternakan Jantho Livestock, Mahdi Ismail, mengatakan, kehadiran harimau di tengah permukiman penduduk ini membuat warga resah. Pasalnya, harimau ini mulai memangsa hewan ternak milik warga yang dipelihara tak jauh dari perkampungan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Mahdi, warga pernah melihat induk harimau berjalan dengan anaknya yang diperkirakan berusia sebulan. Sebelum dilaporkan ke pihak terkait, warga setempat sudah pernah memasang kamera trep milik Fauna Flora Internasional (FFI) untuk mengetahui posisi dan kondisi harimau namun tak terdeteksi.
Β
Petugas jaga peternakan miliknya, kata Mahdi, juga pernah melihat jejak kaki harimau di kampungnya. Selain itu, sebagian warga juga melihat harimau berjalan pada sore dan malam hari.
"Warga sudah mengambil sikap kalau tidak ada pilihan lain maka harimau ini akan dimusnahkan," jelas Mahdi.
Biasanya, harimau ini memangsa hewan ternak milik warga pada sore dan malam hari. Bahkan, induk kambing yang baru saja melahirkan juga tidak luput dari mangsa harimau ini.
"Warga sangat resah dengan kehadiran harimau ini," jelas Mahdi.
Livestock yang merupakan salah satu peternakan kambing terbesar di Aceh Besar, terpaksa kehilangan puluhan hewan ternaknya akibat dimangsa harimau. Pada Februari, harusnya peternakan ini sudah memiliki sedikitnya ratusan kambing.
"Tapi karena kehadiran harimau ini sangat mengancam bisnis kami," ungkap Mahdi.
(trw/trw)










































