Penutupan itu berlangsung sejak pukul 07.30 hingga 13.30 WIB, Senin (3/2/2013). Dengan menggunakan berbagai barang untuk halang-rintang, ratusan pedagang asongan menutup jalur kereta yang berada di Stasiun Lidah Tanah, Perbaungan.
Mereka menuntut agar kereta kembali berhenti di stasiun macam biasa, jangan lewat saja seperti beberapa hari belakangan. Tidak berhentinya kereta, membuat mereka tidak bisa naik untuk menjajakan dagangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Upaya pendekatan tidak serta-merta diindahkan. Penjelasan petugas stasiun bahwa kebijakan itu datang kantor pusat PT Kereta Api Indonesia, pun tidak diterima. Barulah setelah dijanjikan ada pertemuan lanjutan di kantor Bupati Serdang Bedagai, pemblokiran itu usai.
Humas PT Kereta Api Indonesia Divre I Sumut, Rapino Situmorang menyatakan, akibat pemblokiran itu, lima jadwal kereta api terganggu. Yakni dua kali jadwal Sri Bilah, dua kali jadwal Sri Deli dan satu jadwal kereta lainnya.
"Sekarang sudah normal lagi," kata Rapino.
Disebutkannya, sejak 1 Februari lalu kereta memang tidak lagi berhenti di Perbaungan. Pasalnya, pendapatan tiket dari stasiun itu kecil, tidak efektif bagi kereta untuk berhenti. Kebijakan baru itu tetap akan dilaksanakan, sementara untuk pedagang asongan, silahkan naik dari Stasiun Lubuk Pakam, di Deli Serdang.
"Itu stasiun terdekat dari Perbaungan. Mereka bisa naik dari sana," kata Rapino.
(rul/trw)










































