Selain Shandra Woworuntu, ada juga cerita tentang Ima Matul. Dia dipaksa bekerja siang malam selama seminggu penuh, tanpa dibayar sepeser pun. Siksaan demi siksaan pun kerap diterimanya. Hingga akhirnya Ima punya strategi jitu untuk kabur.
Dikutip dari situs survivorofslavery.org, Senin (4/2/2014), Ima adalah salah seorang wanita yang selamat dari perbudakan di AS. Kisah pilunya bermula saat dia hendak bekerja di AS untuk mencari penghidupan yang layak.
Lewat sebuah agensi, dia dijanjikan bisa bekerja di Los Angeles dengan bayaran US$ 150. Namun ketika tiba di Los Angeles, Ima ternyata malah bertemu dengan pelaku perdagangan manusia. Lalu, dia dibawa ke sebuah rumah yang mirip dengan penjara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bila dia tak melakukan pekerjaannya dengan baik, sang majikan akan menyiksanya. Dari catatan kepolisian, Ima pernah dipukul menggunakan keramik.
Setelah 3 tahun hidup dalam penderitaan, Ima akhirnya tak tahan dan memutuskan untuk kabur. Caranya mirip dengan cerita di film.
Dengan bahasa Inggris seadanya, dia menulis sebuah surat untuk seorang asisten rumah tangga yang bekerja di dekat rumahnya. Dia meminta pertolongan agar segera bebas dari 'penjara' tersebut.
Hingga akhirnya tetangga tersebut mengatur upaya penyelamatan terhadap Ima. Ima pun bisa bebas dan langsung dibawa kantor Coalition Abolish Slavery and Trafficking (CAST) di Los Angeles.
Kini, dia menjadi pembicara aktif di CAST. Kemampuan bahasa Inggrisnya pun semakin meningkat. Banyak orang yang terinspirasi dengan kisahnya.
(mad/nrl)










































