Desa ini 'dilumpuhkan' erupsi Gunung Sinabung sudah sejak Desember 2013 lalu. Hingga kini, Minggu (2/2/2014), desa itu tampak seperti wilayah mati, ditinggalkan penghuninya.
"Hancur semua ini bangunan bangunan kita," ujar salah seorang warga Sigarang-garang, Nurhaeni, saat ditemui detikcom.
Nurhaeni kembali ke desa untuk melihat ladangnya dan memperbaiki rumahnya yang hancur. Saat ini, dia tinggal di posko pengungsian yang berada di Berastagi.
Rumah yang kini coba diperbaiki Nurhaeni hanyalah salah satu dari rumah-rumah milik warga lainnya yang juga hancur. Fasilitas umum seperti SD juga sudah tidak aktif sejak September 2013 lalu.
Ladang ladang milik warga yang biasa dijadikan sumber mata pencarian warga juga tak bisa berfungsi. Kentang dan tomat yang harus panen pada akhir tahun 2013 tak bisa dinikmati. Desa itu kini kelabu, tertutup abu.
(tor/tor)











































