Sejak pukul 13.00 hingga 16.45 WIB, Minggu (2/2/2014), terlihat awan berwarna hitam dari puncak salah satu gunung teraktif di dunia itu. Arahnya ke Desa Sukameriah dan Bekerah, kurang lebih 2,5 km-3 km dari puncak. Tidak terlihat evakuasi karena situasi tidak memungkinkan.
Untuk mengantisipasi kemungkin buruk, jalan utama menuju desa-desa di lereng Sinabung ditutup pada jarak 6 km dari puncak. Kayu-kayu, ban bekas, dan drum dipasang di separuh badan jalan. Juga dijaga oleh polisi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Data BNPB, awan panas Sinabung adalah campuran debu hingga blok bersuhu lebih dari 700 derajat celcius. Kecepatan luncurnya bisa di atas 100 km per jam. Dengan kecepatan seperti itu, orang hanya memiliki waktu 2 sampai 3 menit untuk menghindar.
Sejak November 2013, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menetapkan status 'awas' untuk gunung Sinabung. Karena itu, 5 km di sekitar harus steril dari aktivitas masyarakat.
(trw/gah)











































