Begini Aneka Kerusakan Akibat Terjangan Awan Panas Sinabung

Begini Aneka Kerusakan Akibat Terjangan Awan Panas Sinabung

Andi Siahaan - detikNews
Minggu, 02 Feb 2014 14:18 WIB
Begini Aneka Kerusakan Akibat Terjangan Awan Panas Sinabung
Foto: Andi Siahaan/detikcom
Karo -

Awan panas Gunung Sinabung menerjang apapun. Belasan orang tewas. Desa terdekat dengan puncak rusak parah.

Dampak awan panas sangat terasa di Desa Sukameriah, Kecamatan Payung, Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Jarak desa ini dengan puncak hanya 2,5 km. Saat awan panas meluncur, Sabtu (1/2) kemarin, sebagian orang tidak siap.

Berdasarkan data BNPB, awan panas terdiri dari material debu hingga blok bersuhu lebih dari 700 derajat celcius. Melaju dari puncak dengan kecepatan di atas 100 km per jam. Warga hanya memiliki waktu 2 sampai 3 menit untuk menghindar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hingga Minggu, (2/2/2014), tercatat 15 orang tewas. Jumlahnya diperkirakan bertambah karena 1-2 korban belum ditemukan. Sedangkan 2 korban dengan luka bakar sudah dievakuasi dan masih dalam perawatan tim medis.

Tim SAR dari Basarnas, TNI AD, polisi, dan PMI sempat menyisir Desa Sukameriah. Mereka tidak menemukan korban dan buru-buru balik kanan karena situasi belum stabil. Sinabung, salah satu gunung teraktif di dunia itu masih erupsi. Berikut kerusakan-kerusakan akibat awan panas yang 'mengerikan' tersebut.

1. Desa Bak Padang Pasir Gersang

Foto: Andi Siahaan/detikcom
Setelah diterjang awan panas, Sukameriah bak desa mati. Semua tertutup abu. Sebagian besar titik rata dengan tanah. Nyaris tidak terlihat mana permukiman dan mana jalan. Desa itu bak padang pasir yang gersang.

2. Pohon Tinggal Batang

Pohon-pohon terlihat melengkung mengikuti luncuran awan panas. Sebagian di antaranya roboh. Dedaunan musnah terbakar. Hanya tersisa batang dan ranting.

3. Motor Rusak

6 Motor tergeletak di desa tersebut saat tim SAR datang. Seluruhnya tertutup abu. Saat dievakuasi, motor yang diduga milik korban tewas itu rusak di beberapa bagian.

4. Jalanan Tertutup

Jalan utama tidak terlihat. Selain tertutup abu dan debu, juga tertutup pohon roboh. Tim SAR harus mati-matian menyingkirkannya agar akses terbuka dan evakuasi bisa dilakukan jika kondisi memungkinkan.
Halaman 2 dari 5
(trw/gah)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads