Danau Kawar atau Lau Kawar itu berada di Desa Kuta Gugung, Kecamatan Naman Teran, Kabupaten Karo, Sumatera Utara (Sumut). Desa ini berjarak 3,3 kilometer dari puncak Gunung Sinabung.
Sejak Sinabung meletus, banyak pengunjung yang datang. Siang dan malam mobil maupun motor lewat dengan leluasa tanpa ada larangan, karena tak ada petugas yang berjaga di jalur utama.
"Semua bebas saja sampai ke Danau Kawar, termasuk ke Desa Suka Meriah. Ini wisata maut, karena melihat gunung meletus. Wisata berbahaya, tapi dibiarkan," kata T. Sembiring, salah seorang warga Kuta Gugung kepada wartawan di lokasi pengungsian di Kabanjahe, Minggu (2/2/2014) siang.
Sembiring menyatakan, jika ada pihak berwenang yang menyatakan jalan utama itu dijaga petugas, adalah tidak benar. Jalur itu dibiarkan saja sehingga orang bebas keluar dan masuk.
"Siang, malam, semua bisa masuk. Tidak dilarang," kata Sembiring.
Bebasnya orang keluar dan masuk desa, terutama orang dari luar desa, juga diduga memicu maraknya kasus pencurian di rumah-rumah warga yang ditinggal mengungsi sejak empat bulan silam.
"Setelah ada korban tewas terkena awan panas letusan Gunung Sinabung, barulah sekarang diketatkan lagi penjagaan. Setelah ada korban, baru dijaga lagi," kata Sembiring.
Letusan disertai awan panas Gunung Sinabung terjadi pada Sabtu (1/2/2014) sekitar pukul 10.30 WIB. Akibatnya 14 orang tewas saat berada di Desa Suka Meriah, Kecamatan Payung. Tiga orang yang selamat sempat dibawa ke rumah sakit, namun tadi pagi seorang di antaranya meninggal dunia sehingga korban tewas akibat letusan Gunung Sinabung hingga hari ini menjadi 15 orang.
(rul/trw)











































