"Usaha ke depan masih bisa kita lakukan, Capres kan bukan mas Jokowi saja ada yang lain. Masing-masing ada strategi, di dunia politik apa saja bisa terjadi. Seperti apa kejadian ke depan belum dapat kita pastikan. Jadi yang namanya kompetisi harus siap," kata Aher di kantor DPP PKS, jalan TB Simatupang, Jaksel, Sabtu (1/2/2014).
"Kompetisi harus siap, mengalir sajalah. Kalau tidak, ya saya kembali lagi ke Jawa Barat, jadi Gubernur lagi," imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"PDIP kan belum ada calon. Dalam dunia aktivis sepanjang belum sampai pada kejadian, berarti semua masih ada peluang," tutur Gubernur Jabar itu.
Aher menilai, kepemimpinan tidak boleh diberikan kepada yang terlalu mau ataupun yang tidak terlalu mau. Aher siap laksanakan apapun tugas partai.
"Saya di tengah-tengah. Saya ditugaskan di Jawa Barat ya (siap) ditugaskan. Posisi kita seperti itu," ujarnya.
Ia juga mengatakan rapat PKS hingga saat ini masih berlangsung, majelis syuro bisa langsung menunjuk 1 capres langsung atau 3 untuk diuji publik dahulu.
"Yang pasti pencalonan bukan sekarang tapi setelah pileg. Pilpres kan Juli, karena itu yang penting ada progress," ucap Aher.
"Bikin timses, sosialisasi, keliling, itu yang harus dikerjakan capres ketika uji publik. Kasih tahu visi misinya, teruji kapasitasnya, elektabilitasnya naik. Tentu salah satu pertimbangannya survei (internal), masa pilih orang nggak dikenal sama sekali," imbuhnya.
(bal/)











































