Kemenag Berharap Pembahasan BPIH 2014 Dipercepat Sebelum Pemilu

Kemenag Berharap Pembahasan BPIH 2014 Dipercepat Sebelum Pemilu

Bagus Kurniawan - detikNews
Jumat, 31 Jan 2014 22:32 WIB
Yogyakarta - Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU), Kementrian Agama RI, Anggito Abimanyu berharap Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) segera menyelesaikan pembahasan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2014 sebelum memasuki masa kampanye. Sebab semua anggota DPR tidak lama akan akan disibukkan dengan kegiatan pemilu dan mengurusi daerah pemilihan (Dapil) masing-masing.

"Bagi kita, ini hal positif karena DPR akan segera mempercepat pembahasan BPHI 2014. Saat ini masuk masuk dan sudah diagendakan untuk dibahas," ungkap Anggito seusai acara launching buku 'Tangan Tak Terlihat dan Menjemput Cahaya Hidayah' di Asrama Haji Yogyakarta di Ringroad Utara Sleman, Jumat (31/1/2014).

Dia berharap akhir bulan Februari atau sebelum para anggota DPR itu disibukkan dengan kegiatan pemilu, BPIH 2014 sudah selesai dibahas. Pasalnya, pada Maret dan April sebagian besar anggota dewan sudah disibukkan dengan kegiatan kampanye dan kembali ke dapil masing-masing.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Februari Insya Allah akan selesai dan sebelumnya kita juga sudah mengajukan untuk dibahas," katanya.

Menurutnya sampai saat ini belum ada keputusan mengenai naik atau tidaknya BPIH. Meski nilai tukar rupiah terhadap dolar sudah naik.

"Ada banyak masukan yang kita terima seperti misalnya soal nilai tukar rupiah terhadap dolar. Ini menjadi bahan pertimbangan kita ke depan," katanya.

Dia menambahkan pihaknya sudah melakukan evaluasi pelaksanaan haji 2013 lalu. Salah satunya evaluasi dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang menyatakan meningkat dari sisi pelayanan jamaah di Arab Saudi meningkat. Namun dari sisi ibadah ada yang menurun.

"Ke depan akan kita perbaiki lagi," ungkap dosen Fakultas Ekonomi UGM itu.

Menurut dia, pemerintah Arab Saudi pada pelaksanaan haji di tahun ini 2014/1435 H juga masih belum menambah jumlah kuota haji. Kuota haji tahun ini jumlahnya tidak berubah seperti pelaksanaan tahun lalu karena di Arab Saudi terutama di Mekah masih banyak dilakukan rehabilitasi atau perbaikan.

"Pengurangannya sekitar 20 persen. Tidak ada perubahan," pungkas Anggito.

(bgk/mok)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini