Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyelenggarakan Tasyakur Hari Lahir Nahdlatul Ulama (NU) ke-88 Tahun. Dalam pidatonya, Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj mengharapkan NU dapat hadir sebagai penyelamat Indonesia dari konflik antarpartai politik.
"NU dulu, sekarang, dan seterusnya akan tetap hadir di tengah-tengah masyarakat sebagai kelompok pendorong, penggerak, penyelamat ilmu pengetahuan yang benar," kata Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj di Gedung PBNU Jl. Kramat Raya, Jakpus, Jumat (31/1/2014).
Acara ini juga dihadiri oleh Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz, Sekjen PPP Romahurmuziy, Ketua BPK Ali Masykur Musa, Ketua DPR Marzuki Alie, petinggi PBNU Hasyim Muzadi dan jajaran pengurus PBNU.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ketika terjadi konflik parpol, NU akan jadi penyelamat dari konflik," ujar Said Agil.
Dalam acara ini, PBNU juga menyerahkan plakat sebagai apresiasi bagi anggota keluarga dari para tokoh pendiri NU.
(mok/mok)










































