3 Cerita Jokowi dan Spanduk Usil Capres

3 Cerita Jokowi dan Spanduk Usil Capres

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Jumat, 31 Jan 2014 06:29 WIB
3 Cerita Jokowi dan Spanduk Usil Capres
Jakarta - Spanduk pro dan kontra Jokowi maju bertarung di Pilpres 2014 terpampang di beberapa lokasi. Spanduk-spanduk tak bertuan itu menarik perhatian pengguna jalan.

Entah pesan 'terselubung' apa yang hendak disampaikan si pembuat spanduk yang pesannya 'menyentil kinerja' orang nomor satu di Jakarta itu. Tetapi, ada juga spanduk yang terang-
terangan mendukung politisi PDIP itu naik kelas menjadi orang nomor satu di Indonesia mendatang dengan mengatasnamakan rakyat.

Menanggapi spanduk iseng itu, Jokowi tidak bergeming. Ia enggan memikirkan ulah-ulah orang yang memaki maupun mendukungnya menjadi capres. Pria asal Solo ini tetap ingin konsentrasi membenahi segudang masalah Ibukota, terutama bencana banjir dan kemacetan yang menggila.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Berikut 3 cerita Jokowi dan spanduk usil capres:

1. 'Jokowi Capres Jalan Rusak'

Setelah spanduk 'Jokowi Capres Banjir', kini muncul spanduk 'Jokowi Capres Jalan Rusak' di Jalan Otista Raya, Jakarta Timur. Spanduk misterius itu sudah mejeng sejak 3 hari lalu.

Pantauan detikcom, Kamis (30/1/2014), spanduk 'Jokowi Capres Jalan Rusak' ditulis di atas kain warna putih ukuran 50 centimeter x 200 centimeter dan dibubuhi tulisan yang digores dengan cat semprot warna merah.

Spanduk itu dipasang dengan tali di bawah pohon beringin yang terletak di dekat Flyover MT Haryono atau perbatasan Jalan Otista dengan Jalan Dewi Sartika. Lokasi spanduk itu juga tidak jauh dari kantor Polsek Jatinegara. Entah siapa yang memasang spanduk tersebut.

"Saya lihat itu dari Senin, pagi-pagi mau ngojek sudah ada aja spanduknya," ujar Wahyu, seorang tukang ojek yang mangkal di lokasi itu.

Wahyu mengatakan spanduk tersebut belum ada yang melepas. "Nggak tahu siapa yang masang, tapi itu udah tiga hari kepasang," ujarnya.

Sebelumnya, spanduk 'Jokowi Capres Banjir' sudah terpampang di Pertigaan TMP Kalibata, Jaksel, pada Kamis 16 Januari lalu. Spanduk dari kain putih dengan tulisan memakai cat semprot warna hitam.

Atas spanduk itu, Jokowi menanggapinya dengan adem ayem. ""Oh gitu, berarti kreatif dong itu namanya," kata Jokowi tersenyum.

2. 'Jokowi Capres Banjir'

Spanduk black campaign menyerang Jokowi mulai muncul. Tapi lucunya spanduk ini isinya mengkaitkan Gubernur DKI itu dengan pencapresan dan banjir.

Spanduk itu terpampang di Pertigaan TMP Kalibata, Jaksel, Kamis (16/1/2014). Spanduk dari kain putih dengan tulisan memakai cat semprot.

'Jokowi Capres Banjir'. Demikian tulisan yang cukup menarik mata pengendara dan dipasang jelas ini.

Menurut seorang warga, spanduk ini sudah ada sejak tiga hari lalu. Tapi siapa yang memasangnya, tidak ada yang tahu.

Warga di sekitar awalnya memang penasaran, tapi lama kelamaan tidak perduli dengan tulisan itu.

"Di sini kan nggak banjir, jadi saya tidak terlalu merasakan adanya perbedaan penanganan banjir atau tidak," kata warga Kalibata, Adi.

Hingga berita ini diturunkan pukul 16.30 WIB, spanduk itu masih bertengger di petigaan TMP Kalibata.

Menanggapi itu, Jokowi tak ambil pusing. "Nggak ngerti saya maksudnya apa. Kalau ngomong banjirnya nggak apa, tapi kalau soal capresnya saya nggak mau," jelas Jokowi di balai kota DKI, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta.

Jokowi siap merespons isi spanduk itu. Tapi dia hanya mau menjawab soal urusan banjir. Dia siap memberi penjelasan, bukan soal Capres.

"Kalau banjirnya saya jawab, kalau capresnya ndak," tutupnya.

3. 'Jokowi Capres RI 2014'

Spanduk menampilkan foto Jokowi dan bertuliskan 'Calon Presiden RI 2014' muncul di Kota Bandung. Spanduk itu bertebaran di beberapa lokasi strategis yang menyita perhatian masyarakat dan pengguna jalan.

Entah siapa yang bertanggung jawab memasang spanduk berukuran 3x1 meter ini. Namun seminggu terakhir keberadaan spanduk wajah Jokowi yang berjas dan peci hitam itu sudah bertebaran.

Rabu (13/11/2013), titik pemasang spanduk tersebut antara lain di prapatan Jalan Buahbatu-Jalan Pelajar Pejuang 45 atau depan SMK Bina Warga, serta prapatan Jalan Merdeka-Jalan Aceh atau tepatnya depan Gedung DPRD Kota Bandung.

Terlihat dari depan, foto setengah badan Jokowi berbusana jas hitam, dasi merah, dan peci hitam terletak di sisi kiri spanduk. Bagian tengah tertera deretan huruf kapital putih yang diberi garis penegas hitam dengan tulisan 'JOKOWI'. Di bawahnya ada tulisan bercat putih, 'CALON PRESIDEN RI'. Serta tulisan hitam berisi '2014'. Tepat bagian paling bawah, tulisan sambung penanda klaim spanduk ini mengatasnamakan 'Hasil Konvensi Rakyat'.

Spanduk berisi 'Jokowi For Presiden' juga pernah terlihat di Jalan Diponegoro Jakarta, beberapa waktu lalu. Spanduk tersebut berukuran 6x4 m dan bertuliskan 'Posko Center Rakyat Jokowi For Presiden' dengan huruf berwarna putih. Di spanduk tersebut dipajang sejumlah foto Jokowi saat blusukan.

Reaksi Jokowi tetap sama menanggapi spanduk capres tersebut. Ia masih ingin berkonsentrasi menuntaskan pekerjaannya sebagai orang nomor satu di Ibukota.

"Enggak tahulah, saya sekarang ini konsentrasi di pekerjaan saya di Jakarta. Menjelang akhir tahun, pekerjaan saya bertumpuk-tumpuk, bergunung-gunung, belum selesai," ujar Jokowi saat ditanya soal spanduk dukungan terhadapnya usai memberikan kuliah umum di Kampus Universitas Padjadjaran, Jalan Dipatiukur, Rabu (20/11/2013).

Mantan wali kota Solo ini mengaku sampai harus kerja lembur, dari pagi hingga malam agar pekerjaannya tuntas pada Desember nanti. "Jangan ditanya lagi copras-capres, nanti lagi ditanya soal spanduk sana, spanduk sini, nanya survai-survei," tandas Jokowi yang mengenakan kemeja putih ini.
Halaman 2 dari 4
(aan/ahy)


Berita Terkait