Aktivitas Sinabung Menurun, Pengungsi 16 Desa Segera Dipulangkan

Aktivitas Sinabung Menurun, Pengungsi 16 Desa Segera Dipulangkan

Khairul Ikhwan - detikNews
Kamis, 30 Jan 2014 22:32 WIB
Aktivitas Sinabung Menurun, Pengungsi 16 Desa Segera Dipulangkan
Dok Detikcom
Medan - Aktivitas erupsi Gunung Sinabung mulai menunjukkan tanda-tanda penurunan. Jika situasinya terus membaik, pengungsi dari 6 desa kemungkinan bisa segera dipulangkan.

Rencana pemulangan ini mencuat dalam rapat koordinasi Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), kementerian dan instansi terkait penanganan bencana erupsi Gunung Sinabung. Rapat itu berlangsung di rumah dinas Gubernur Sumut, Jalan Sudirman, Medan, Kamis (30/1/2014).

Dalam rapat itu dilaporkan, aktivitas erupsi Gunung Sinabung cenderung menurun, tetapi statusnya masih tetap awas atau level IV. Situasi ini memungkinkan untuk mengembalikan 4.639 keluarga atau 13.828 jiwa pengungsi dari 16 desa yang berada di luar radius 5 kilometer dari Sinabung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kepala BNPB Syamsul Maarif menyatakan, rencana ini masih dalam tahap sosialisasi dan pengamatan terus-menerus. Pemulangan tahap pertama ini baru bisa dilaksanakan dengan catatan infrastruktur desa sudah beres. Misalnya jalanan sudah bersih bisa dilalui, aliran listrik PLN harus menyala.

"Jika kondisi terus membaik maka masuk tahap kedua, memulangkan warga dari radius tiga kilometer," kata Maarif.

Sementara Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho menyatakan, diperlukan kebersamaan semua pihak terutama bimbingan dan arahan serta fasilitasi dari BNPB yang sarat pengalaman dalam menangani kebencanaan.

Selain itu Gubernur Gatot juga memberikan arahan langsung kepada jajarannya untuk menindaklanjuti apa-apa yang menjadi perhatian dari penyampaian dan arahan Kepala BNPB sebagai Komandan Satgas Nasional Penanggulangan Bencana Erupsi Gunung Sinabung.

(rul/trw)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini