Gus Dur, Gus Mus, dan 200 PC NU Dukung Masdar F Mas'udi

Gus Dur, Gus Mus, dan 200 PC NU Dukung Masdar F Mas'udi

- detikNews
Rabu, 01 Des 2004 17:55 WIB
Boyolali - Menjelang pemilihan rais am dan ketua umum PBNU, situasi muktamar NU makin memanas. Masdar F Mas'udi mengklaim mendapatkan dukungan signifikan sebagai ketua umum PBNU. Selain didukung Gus Dur dan Gus Mus, Masdar mengaku didukung 200 lebih pimpinan cabang (PC) NU. Hal ini disampaikan Masdar kepada wartawan di media center lantai 2, Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Rabu (1/12/2004) petang. "200 lebih pimpinan cabang sudah mendatangi saya dan kebanyakan dari luar Jawa yang mendukung saya," kata Masdar. Masdar juga mengaku didukung Gus Mus (KH Mustofa Bisri) dan Gus Dur. "Karena Gus Mus tidak maju dalam pencalonan, dia menyuruh saya maju, kemudian Pak Tholhah, dan terakhir Gus Dur," ungkapnya.Masdar adalah pejabat sementara ketua umum PBNU saat Hasyim Muzadi dicalonkan sebagai wakil presiden mendampingi Megawati. Sebelumnya, Masdar lebih didukung kaum intelektual dan kaum muda. Dia dimungkinkan akan menjadi kuda hitam. Mengenai pencalonan dirinya apakah akan dipaketkan dengan Gus Dur sebagai calon rais am, Masdar mengaku tidak tahu. "Saya tidak tahu ada paket-paketan seperti itu. Tergantung keputusan muktamirin nanti. Gus Dur cuma bilang, karena Pak Tholhah dan Gus Mus tidak bersedia, maka sampeyan bersedia untuk maju," kata dia. Gus Dur sendiri, kata Masdar, memiliki rencana untuk maju menjadi rais am. "Tetapi, itu kalau Kiai Sahal tidak mau menggunakan haknya melakukan seleksi terhadap kandidat yang ada (Hasyim Muzadi-Red)," jelas Masdar. Masdar mengakui NU ke depan adalah tantangan makin berat. "Itulah nikmatnya tantangan berat itu. Tapi, saya optimisi akan banyak pihak yang mau bekerja sama dengan kami," ungkapnya. Saat ditanya apakah dirinya akan membersihkan NU dari politik praktis, Masdar menyatakan, sebenarnya hal terpenting bukanlah itu. "Sebenarnya yang penting bukan itu, tapi membawa NU sebagai wadah untuk berkhidmat untuk umatnya," ujarnya. (asy/)


Berita Terkait