Demo Empat Titik di Makassar
Rabu, 01 Des 2004 15:36 WIB
Makassar - Sejumlah unjuk rasa terjadi di beberapa titik di Makassar, Rabu (1/12/2004). Isu yang diusung tiap pengunjuk rasa pun berbeda-beda.Di Gedung DPRD Makassar misalnya, ratusan pedagang kaki lima (PKL) pelabuhan Soekarno Hatta memadati kantor wakil rakyat ini sejak pukul 11.00 Wita. Mereka menghadiri pertemuan dengan Administrator Pelabuhan (Adpel) yang difasilitasi oleh DPRD Makassar.Para PKL menuntut agar Adpel segera memberikan ruang berjualan bagi mereka di dalam lokasi pelabuhan. Permintaan ini sudah sering kali disuarakan, namun hingga saat ini, Adpel masih enggan memberi ruang berjualan.Di Mapolda Sulsel, Jl Perintis Kemerdekaan, sekitar 200 orang mendatangi tempat ini pukul 12.00 Wita. Mengatasnamakan Forum Masyarakat Transparansi (Format) mereka meminta agar Polda memeriksa 75 anggota DPRD Sulsel priode 1999-2004 sehubungan penyalahgunaan dana APBD 2003."Polda jangan setengh-setengah dong. Seharusnya semua anggota dewan turut diperiksa," ujar mereka saat berorasi.Sementara itu, di Jl Sultan Alauddin, Makassar, puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim (KAMMI) IAIN Alauddin, Makassar, menggelar aksi tutup jalan.Mereka meminta agar Polri menuntaskan kasus kematian Munir. Mahasiswa yang berorasi di depan jalan, menyebabkan sepanjang jalan mengalami kemacetan.Di Gedung Kejaksan Tinggi (Kejati), Jl Urip Sumohardjo, Makassar, puluhan mahasiswa yang mengatasnamakan Forum Pengawas Aset Negara (FPAN) memrotes penjualan Gudang Farmasi, di Jl Pengayoman, yang melibatkan Mantan Walikota Makassar, Amiruddin Maula. Mereka meminta agar Kejati segera mengusut kasus ini.
(nrl/)











































