AG yang beralamat di Kepranggen Sleman ini mengenakan baju tahanan warna oranye. Ia menunjuk kamar saat ditanya soal tempat eksekusi. Lalu ia menunjuk kayu balok sepanjang 1 meter sebagai alat untuk membunuh.
"Meski sudah setahun, kayu tersebut masih bisa ditemukan karena digunakan tersangka untuk ganjal pintu," kata Kasubdit I Direskrimum Polda DIY AKBP Juwandadni Raharjo Puro usai olah TKP, Kamis (30/1/2014).
Olah TKP disaksikan puluhan warga Dusun Klemoko, Margorejo, Tempel, Sleman. Meski sudah diberi garis polisi, warga nekat masuk dan melihat lubang tempat dikuburnya korban.
Banyak warga yang memilih bungkam saat ditanya tentang kondisi rumah tersebut sehari-harinya. Mereka mengaku tidak tahu menahu.
AKP Wiyoko dilaporkan hilang Desember 2012. Keluarga sudah mencari ke mana-mana, tapi tak mendapatkan hasil. Meski masih harus menunggu pemeriksaan antemorthem dan DNA, dipastikan AKP Wiyono telah meninggal dan tinggal tulang. AG mengaku membunuh Kanit Binmas Polsek Umbulharjo itu.
(trw/trw)











































