Gus Dur Datang ke Sidang Komisi, Muktamar NU Ricuh
Rabu, 01 Des 2004 17:21 WIB
Boyolali - Muktamar NU ke-31 berjalan ricuh, Rabu (1/12/2004). Keributan ini terjadi di ruang muzdalifah, tempat berlangsungnya sidang komisi organisasi. Kericuhan itu terjadi sesaat setelah Gus Dur tiba-tiba datang ke ruang sidang yang membahas masalah tata cara pemilihan ketua umum PBNU dan rais am NU. Peristiwa ini terjadi pada pukul 12.45 WIB. Saat itu, sekitar pukul 12.30 WIB, Gus Dur tiba-tiba datang ke ruang sidang untuk memantau pembahasan pasal 35 tentang tata cara pemilihan rais am dan ketua umum PBNU yang akan dilaksanakan malam ini. Tapi ternyata kedatangan Gus Dur menjadi awal kericuhan itu. Kedatangan Gus Dur membuat peserta sidang tidak concern atas pembahasan masalah tersebut. Soalnya, perhatian peserta sidang bukan lagi pada materi sidang, tapi beralih ke Gus Dur. Karena peserta tidak konsentrasi, akhirnya pimpinan sidang KH Hafiz Usman menskors sidang pada pukul 12.45 WIB. Keputusan pimpinan sidang inilah yang menuai protes. Sebagian peserta sidang memprotes mengapa pimpinan sidang menskors sidang tanpa pesetujuan muktamar. Padahal, sesuai agenda, sidang akan diskors pukul 13.00 WIB untuk istirahat. Akhirnya, sebagian peserta sidang menilai pimpinan sidang telah melanggar peraturan. "Jangan mentang-mentang karena Gus Dur, maka kita melanggar aturan. Kita sudah sepakat istirahat pada pukul 13.00 WIB. Kenapa ketua sidang tanpa persetujuan peserta menskors sebelum waktunya," teriak salah seorang peserta sidang dari Jawa Timur. Mendapat tentangan itu, sidang tetap diskors. Saat peserta sidang keluar dari ruang sidang, di luar ruang sidang terjadi keributan kecil. Terjadi saling dorong antara sejumlah peserta sidang, antara yang pro pimpinan sidang dan yang menolak keputusan pimpinan sidang. Walaupun sudah dilerai, masih saja terjadi adu mulut antara peserta muktamar. AKhirnya, peserta saling menggerombol di luar ruang tersebut. Saat itulah, Gus Dur yang masih berada di dalam ruang sidang diamankan oleh Banser dan dilarikan ke sebuah ruangan kecil di depan ruang Muzdalifah. Begitu Gus Dur diamankan, sejumlah peserta tampak ingin merangsek ke ruangan tempat pengamanan Gus Dur itu. Bahkan, sejumlah peserta terlanjur emosi, sampai-sampai ada peserta yang histeris. "Gus Dur itu harus dihormati, tapi dia harus kasih contoh dong," teriak Wakil Sekretaris PCNU Wonosari H Muhammad Usman. Karena peserta tidak mau beranjak dari ruang tempat pengamanan Gus Dur, massa dari Pagar Nusa dan Banser yang bertugas mengamankan acara itu langsung memagari ruangan Gus Dur itu. Nah, pada saat itulah terjadi dorong mendorong antara Banser dengan peserta muktamar. Benturan fisik juga terjadi. Hasib Hasan Talobi, salah seorang ketua PCNU di Sulawesi Selatan, menderita luka di bagian alis kanan. Situasi makin kacau dan tegang. Pada saat yang sama, di luar asrama terjadi demo penolakan terhadap Hasyim Muzadi yang dilakukan oleh Kaum Muda NU (KMNU). Nah, kedatangan massa KMNU ini membuat kaget Banser dan Pagar Nusa. Akhirnya, situasi makin tegang. Untuk meredakan ketegangan, akhirnya disepakati bahwa Gus Dur harus dibebaskan dari ruangan tersebut dan berbicara di depan massa KMNU. Akhirnya dengan pengawalan ketat Banser, Gus Dur keluar dari ruangan dan kerumunan peserta sidang itu. Gus Dur berbicara di depan massa KMNU. "Sekarang waktunya Islam bangkit menjadi pemimpin dalam upaya menegakkan demokrasi di Indonesia. Demokrasi itu dasarnya adalah kedaulatan hukum, persamaaan perlakuan terhadap semua warga negara di depan hukum, karena itu kita tidak bisa menerima setiap hal yang melanggar hal itu. Tidak peduli di dalam muktamar ini. Kaum muda nahdliyim dalam gerak-geriknya, jangan anarkis," tegasnya. Seusai bertemu massa KMNU, Gus Dur kemudian bertemu tokoh NU, Khofifah Indarparawansa dan Masdar F Masudi. Gus Dur menyebutkan bahwa pertemuan itu untuk membicarakan masalah pemilihan rais am dan ketua umum PBNU. "Pertemuan ini untuk memenej agar pemilihan berlangsung fair dan tidak mengada-ada," kata dia. Sampai pertemuan selesai dan Gus Dur meninggalkan lokasi, belum diketahui apa hasil pertemuan itu. Sementara sampai pukul 17.00 WIB, sidang komisi organisasi masih melanjutkan sidangnya. Namun, pasca ricuh, sidang yang membahas tata cara pemilihan rais am dan ketua umum PBNU ini hanya diikuti sedikit peserta.
(asy/)











































