"Saya agak worry karena takutnya vendor yang membuat kertas UN sama dengan vendor yang membuat kertas pemilu. Jadi bentrok dan mengulang kekacauan tahun lalu," ujar Haryono.
Haryono mengatakan itu usai Seminar 'Sosialisasi Program Pengendalian Gratifikasi Lingkungan Kemendikbud' di kantornya, Jl Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Kamis (30/1/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari segi baik UN, Haryono menuturkan pengawasan UN nantinya tidak terpusat pada satu pintu. Pengawasan akan dilakukan pada delapan regional.
"Untuk pengawasan UN nanti dari pusat mau dipindahkan ke delapan regional. Tapi pusat tetap jadi pengawas pertama, di bawah kendali pusat," tuturnya.
UN SMA dan sederajat akan berlangsung pada 14-16 April 2014. UN SMP 5-8 Mei 2014 dan UN SD 19-21 Mei 2014. Sedangkan Pemilu Legislatif akan berlangsung pada 9 April 2014.
Sebelumnya, pelaksanaan UN 2013 lalu di 11 provinsi tertunda. Penyebabnya antara lain belum turunnya anggaran untuk penyelenggaraan UN.
(nwy/trw)











































