Tak habis pikir dalam kepala Mahmudin tindakan para pengendara sepeda motor yang tetap nekat menerobos Jalan Layang Non-Tol atau JLNT Tanah Abang-Kampung Melayu. Tabrakan maut yang berakibat tewasnya perempuan hamil rupanya belum membuat kapok pengendara sepeda motor.
Penjual bensin eceran di Casablanca ini hampir saban hari kerja menyaksikan ratusan kendaraan roda dua melewati jalur ini. Padahal sudah jelas sepeda motor dilarang melintasi jalan layang ini.
Jalan yang memiliki ketinggian 18 meter dengan panjang 2,3 kilometer itu menjadi favorit untuk menghindari macet. Namun jalan yang baru diresmikan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo pada 31 Desember 2013 lalu itu tidak untuk motor, bus, truk, dan andong.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
โCoba aja lihat abis maghrib nanti. Banyak banget motor yang lewat situ,โ ujar pria berusia sekitar 40 tahun ini saat ditemui detikcom, Rabu (29/01/2014).
Hal yang sama diungkapkan seorang tukang ojek, Yudi, 36. Pria yang biasa mangkal di dekat Gedung Sampoerna ini mengaku masih banyak pengendara sepeda motor yang bandel lewat JLNT.
Saat jam pagi dan sore atau pulang kerja seolah sudah menjadi rutininas pengendara
sepeda motor melintasi JLNT Casablanca ini. Pasalnya, jalur jalan bawah sangat macet.
Dengan lewat JLNT, pengendara motor bisa lebih cepat dan lancar. โKalau saya lewat bawah makanya harga ojek saya naikin dikit soalnya macet banget,โ kata pria asli kelahiran Jakarta ini.
Meski demikian, Yudi mengaku terkadang juga melewati JLNT kalau sedang tidak ada razia. "Kalau lewat JLNT bisa lebih cepat. Permukaan jalanannya juga bagus."
Setelah peristiwa tabrakan maut antara motor dan mobil di JLNT, Kepolisian Daerah Metro Jaya akan memperketat pengawasan agar sepeda motor tidak masuk JLNT.
"Pasang rambu-rambu yang jelas dan cukup, melaksanakan razia untuk mencegah sepeda motor masuk jalur tersebut," kata Juru bicara Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto di kantornya, Rabu (29/01/2014).
"Patuhi rambu yang ada, karena perbuatan (melanggar) bisa membahayakan dirinya dan orang lain," lanjut Rikwanto menegaskan.
(brn/brn)











































