Tudingan terhadap Anas salah satunya dilontarkan oleh mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, M Nazaruddin. Dahulu, Anas dan Nazaruddin menjadi kolega di partai yang dibesut Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini. Namun, persahabatan mereka pecah gara-gara kasus Proyek Hambalang.
Nazaruddin yang lebih dulu dibekuk penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini gemar bernyanyi tentang keterlibatan Anas. Ia terus melontarkan sejumlah tudingan mulai dari seputar harta kekayaan suami Athiyyah Laila ini hingga rencana Anas menjadi capres 2014.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut 3 aksi Anas menjawab tudingan harta hingga impian jadi capres:
1. Simpan Rp 2 T di Singapura, Itu Bohong!
|
|
"Kata Nazar memang benar uang itu ada. Saat itu juga Nazar dan stafnya Anas, M Rahmat ikut membantu menyimpan di Singapura," ujar kuasa hukum Nazar, Elza Syarief di KPK, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (29/1/2014).
Elza menjelaskan, uang dengan nilai fantastis itu disimpan di deposit boks di sebuah bank swasta di Singapura. Uang rencananya akan digunakan untuk modal pencapresan Anas.
"Uang untuk pencapresan Anas itu disimpan di deposit boks di sebuah bank swasta di Singapura. Uang dalam pecahan dollar Singapore dan Amerika," jelas Elza.
Uang itu dikumpulkan Anas dan Nazar dari memainkan berbagai proyek. Salah satunya adalah proyek yang kini disangkakan KPK terhadap Anas, yakni vaksin di Jabar dan pembangunan laboratorium di sebuah universitas di Jatim.
Sementara itu, saat dikonfirmasi terkait hal ini, Anas langsung membantahnya. Menurut Anas, mantan koleganya itu telah menyebarkan berita bohong.
"Itu berita bohong, uang dari mana itu," bantah Anas.
2. Punya Tambang Batubara, Ah Ada-ada Saja
|
|
"Ah ada-ada saja, nggaklah," ujar Anas usai menjalani pemeriksaan di KPK, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (29/1/2014).
Anas juga terus mengelak bahwa tambang Batubara itu menjadi salah satu sumber kekayaannya selama ini.
3. Siapa yang Mau Nyapres?
|
|
Selain itu,Anas juga disebut-sebut punya tambang batubara di Kalimantan.
Menanggapi semua tudingan itu, Anas membantahnya. "Emang siapa yang mau nyapres," bantah Anas usai menjalani pemeriksaan di KPK, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (29/1/2014).
Halaman 2 dari 4











































