Elite PDIP Dinilai Tak Perlu Risau Jokowi Effect Phobia

Elite PDIP Dinilai Tak Perlu Risau Jokowi Effect Phobia

- detikNews
Rabu, 29 Jan 2014 21:28 WIB
Elite PDIP Dinilai Tak Perlu Risau Jokowi Effect Phobia
Jakarta - Pengaruh dan tingginya elektabiltas Jokowi di mata masyarakat justeru harus dinilai positif oleh PDI Perjuangan. Elit dan kader PDI Perjuangan pun dinilai tak perlu risau dengan Jokowi Effect Phobia yang ada saat ini.

“Elit dan Kader PDI Perjuangan, tidak perlu risau dengan dukungan publik terhadap Jokowi. Jangan sampai dihantui Jokowi Effect Phobia,” kata Koordinator Nasional PDI Perjuangan Projo, Budi Arie Setiadi dalam keteranganya kepada wartawan, Rabu (29/1/2014).

Alasan Budi, saat ini masyarakat tahu bahwa Jokowi adalah kader yang dibesarkan oleh PDIP di mana Megawati Soekarnoputri sebagai Ketua Umum-nya. Jokowi sendiri merupakan kader yang loyal dan tidak lupa kacang akan kulitnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Saya yakin semua partai politik merindukan kader nya mampu mengambil hati rakyat lewat kinerja nya baik di eksekutif dan legislative,” imbuhnya.

Budi menilai, sikap Jokowi effect phobia sangat kontra produktif bagi peningkatan kualitas sistem kepartaian dan pertumbuhan demokrasi. Juga dinilai sebagai bentuk keminderan yang terorganisir, padahal sebagai Ketua Umum DPP PDIP, Megawati Soekarnoputri sangat bangga dengan kader-kadernya yang berprestasi.

“Pemilu 2014 adalah pertaruhan nasib bangsa dan rakyat. Kepentingan bangsa di atas segala kepentingan kelompok dan pribadi,” tegasnya.

Jokowi effect, lanjut Budi, merupakan effect positif yang harusnya dirindukan semua partai politik di Indonesia. Sebab, siapa pun akan memperoleh kesempatan yang sama untuk maju sebagai pemimpin bangsa, negara atau pemimpin daerah sekalipun.

Ketika menanggapi bahwa DPP PDIP akan mengusung Megawati sebagai capres?

“Sebagai kader partai yang baik, seluruh kader PDI Perjuang harus dan pasti menghormati Ketua umumnya. Tapi "memaksakan" Ketua Umum menjadi capres adalah bentuk dan upaya yang sistematis untuk membenturkan Bu Mega dengan rakyat," pungkas Budi.


(zal/rvk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads