"Saya hanya ingin sampaikan sebagai seseorang yang hampir jatuh tempo, ketika (para capres) berkampanye menyampaikan kepada rakyat gunakan data," ujar SBY dalam sambutan peluncuran buku Proyeksi Penduduk Indonesia 2010-2035 di Istana Negara, Jakarta, Rabu (29/1/2014).
Menurut SBY saat ini iklan-iklan kampanye parpol dan capres banyak yang menyampaikan janji-janji kepada masyarakat. SBY juga meminta para capres berdebat menggunakan data yang valid.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
SBY memberi contoh jika dalam 9 tahun ini ekonomi Indonesia tumbuh dan tinggi dibanding negara lain, maka dari sudut kualitatif dan
kuantitaif, ekonomi telah tumbuh. Hal itu juga berdampak pada kemiskinan yang turun dalam bentangan waktu 9 tahun.
"(Kemiskinan) Itu turun, datanya begitu, faktanya begitu, yang mengukur BPS, World Bank , IMF. Kalau ada yang mengatakan harusnya
(ekonomi) lebih tinggi dan kemiskinan turun lebih rendah dan itu bisa didiskusikan. Tapi datanya sama dulu. Kalau misalkan kurang puas, boleh itu haknya," tuturnya.
SBY menilai ciri masyarakat yang maju memiliki knowledge dan commonsense yang kuat dalam hal data.
(ega/)











































