Hantu Pelecehan Seks di Transjakarta

Pelecehan Seksual di Transjakarta

Hantu Pelecehan Seks di Transjakarta

- detikNews
Rabu, 29 Jan 2014 12:42 WIB
 Hantu Pelecehan Seks di Transjakarta
Para penumpang menumpuk di halte Busway Matraman I, Jakarta.
Jakarta - Wajah Pargaulan Butarbutar tampak lesu saat ditanya kasus pelecehan seksual yang dilakukan empat petugas Transjakarta baru-baru ini. Baginya, kasus ini bagaikan petir yang menyambar dirinya dan juga manajemen Badan Layanan Umum Transjakarta.

Kepala BLU Transjakarta ini mengaku dirinya adalah orang yang paling dicecar kritikan akibat kasus yang memalukan ini. Pargaulan tak habis pikir empat petugas keamanan Busway itu bisa nekat mencabuli penumpang saat sedang pingsan di Halte Harmoni tanpa memikirkan dampaknya.

"Sudah cape-cape buat baik, tapi kok malah bikin pusing begini. Terus terang kita tertampar,” kata Pargaulan saat ditemui detikcom di kantornya, Selasa (28/01/2014).
 


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Karena terlanjur malu, ia tidak peduli kalau ada pihak keluarga empat pelaku yang keberatan dengan sanksi pemecatan. “Kelakuan kayak gitu sudah pecat saja," ucapnya.

Diakuinya, kasus ini jelas mengganggu kenyamanan penumpang perempuan. Pascakejadian kemarin pula, pihak BLU Transjakarta langsung memberikan pengarahan kepada seluruh petugasnya agar bisa sopan dan bersikap profesional untuk melayani penumpang.

Ancaman sanksi tegas berupa pemecatan langsung diterapkan kalau kasus ini terulang kembali. “Ya, ini upaya yang sekarang bisa kita lakukan. Dikumpulkan semuanya dan diarahkan dengan tegas. Kalau melanggar ya ada sanksinya,” ujar Pargaulan.

Bekas Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Utara ini lantas mengungkapkan harapannya kepada penumpang perempuan agar menyesuaikan tempat di dalam bus Transjakarta. Apalagi sebagian besar pengguna Transjakarta adalah perempuan.

Pargaulan mengamati penumpang perempuan di dalam bus Transjakarta masih sering nekat berada di areal pria. Menurutnya hal ini pula yang memicu kerap terjadinya pelecehan seksual dari pelaku kejahatan di dalam bus.

“Yang saya amati kalau sidak seperti itu. Sudah dibilangin sama petugas tapi penumpang perempuan tapi enggak mau pindah. Padahal, bus masih belum penuh,” kata pria kelahiran Medan, 52 tahun lalu itu.

Disinggung data jumlah pelecehan seksual di Transjakarta, Pargaulan mengaku belum mengetahui angka secara detailnya.

Berdasarkan penelusuran, angka pelecehan seksual di Transjakarta cukup tinggi. Setiap tahunnya terjadi tindakan asusila. Sebagai contoh, pada kurun empat bulan saja di 2010 ada empat kasus aduan.

Setidaknya di sepanjang 2010 terdapat enam kasus pelecehan seksual. Adapun pada 2011 terjadi peningkatan jumlah kasus. Menurut catatan terdapat delapan kasus pelecehan seksual.


(brn/brn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads