Pantauan detikcom di lokasi, Rabu (29/1/2014) pukul 10.00 WIB, banjir juga mengakibatkan kemacetan. Sejumlah kendaraan roda empat nekat menerjang banjir, pun halnya dengan motor.
Namun, bagi sebagian pengendara yang tidak berani menerjang kemacetan, memutar balik kendaraannya dengan melawan arus. Sejumlah warga membuka paksa pagar pembatas Jl Tendean yang membelah kedua sisi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ada juga warga yang menawarkan jasa 'ojek' dorong, untuk mendorong motor dengan cara melawan arus. Alan (30), salah satu warga yang menawarkan jasa tersebut.
"Mau saya bantu dorong bu, sampai ke atas jalan yang nggak banjir?," kata Alan menawarkan jasanya.
"Berapa ongkosnya?" tanya warga.
"Rp 10 ribu saja," jawab Alan.
Untuk ongkos jasa dorong motor Rp 10 ribu yang ditawarkan Alan ini tergolong murah. Ini tidak sepadan dengan resiko baju kita kebasahan karena harus mendorong sendiri motor dan juga tenaga untuk mendorong motor dalam keadaan mesin yang mati.
Setelah dicapai kesepakatan, Alan kemudian menyumbat knalpot motor dengan plastik agar lubang knalpot tidak kemasukan air banjir tentunya.
Banjir di Jl Tendean ini merendam ruas jalan hingga sejauh sekitar 15 meter. Arus lalu lintas di kedua sisi Jl Tendean, terpantau padat merayap.
(mei/)










































