Sumono dan istrinya ditemukan oleh keponakannya, Subari (20), di ladang cengkeh, Selasa (28/1/2014). Sumono tergeletak tak bernyawa di bawah pohon cengkeh. Ada luka jerat di lehernya. Sedangkan Supartin masih tergantung di pohon.
Subari melaporkan kejadian itu ke warga dan aparat desa setempat. Laporan diteruskan ke polisi. Setelah diperiksa, jenazah pasutri yang sudah hidup bersama selama 10 tahun itu dimakamkan hari itu juga di TPU setempat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Surat Wasiat
|
|
"Hasil lidik (penyelidikan) kami, surat wasiat itu memang tulisan si istri," kata Kasat Reskrim Polres Ponorogo, AKP Misrun, kepada detikcom di Polsek Ngebel.
AKP Misrun tak menyebutkan secara detail isi surat wasiat. Hanya disebutkan barang bukti itu masih diselidiki.
2. Seutas Tali
|
|
"Talinya itu cuma satu, kemungkinan melihat suaminya tewas, Bu Supartin menyusul ikut gantung diri," jelas Kasat Reskrim Polres Ponorogo, AKP Misrun.
Tali berwarna hijau itu kini dijadikan barang bukti polisi untuk mengusut kasusnya lebih lanjut. Turut diamankan pakaian korban dan surat wasiat yang diduga ditulis Supartin.
3. Keterangan Warga
|
|
Karena itu, warga dan perangkat desa kaget saat mendengar kabar Sumono dan istrinya ditemukan tewas gantung diri. Tak ada yang tahu apa yang menyebabkan pasutri ini meninggal bersamaan bak Romeo dan Juliet?
Halaman 2 dari 4











































