"Dari semalam kali sudah naik cepat sekali. Lalu ditambah hujan deras malam itu," kata salah seorang warga bernama Rita di Jl Prambanan Duta Kranji, Bintara, Bekasi Barat, Rabu (29/1/2014).
Rita menjelaskan, meluapnya air anak kali Ciliwung ini terjadi sekitar pukul 23.00 WIB, Selasa (28/1) kemarin. Air yang cepat meluap hingga menutup ruas jalan membuat sejumlah warga lainnya terlambat mengevakuasi kendaraan roda dua dan roda empat mereka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tetangga Rita lainnya, Marcel juga mengeluhkan banjir yang kembali merendam rumahnya. Pegawai swasta itu mengaku tak bisa beraktivitas karena banjir setinggi 70 cm merendam rumahnya.
"Saya jadi tidak bisa ke kantor. Depan rumah saja tingginya sudah se-pinggang orang dewasa begitu. Capek juga kalau begini terus," kata Marcel terpisah.
Banjir di kawasan pemukiman di Bekasi terjadi pada 17 Januari 2014 lalu dengan ketinggian air hingga 100 cm. Pemukiman yang terendam seperti Perumnas III, Kayuringin, Duta Kranji, Bintara, dan beberapa pemukiman lainnya.
Banjir saat itu melumpuhkan aktivitas warga yang sehari-harinya mengais rezeki di Jakarta.
(vid/fdn)











































