Ini Dia Trotoar Semrawut Gara-gara Galian Kabel di Jakarta

Ini Dia Trotoar Semrawut Gara-gara Galian Kabel di Jakarta

Nograhany Widhi Koesumawardani - detikNews
Rabu, 29 Jan 2014 08:40 WIB
Ini Dia Trotoar Semrawut Gara-gara Galian Kabel di Jakarta
Jakarta - Galian-galian di Jakarta yang tidak dikembalikan seperti semula
membuat sebal dan risih warga yang juga pengguna jalan. Trotoar dan
pinggiran jalan yang tadinya cantik jadi acak adul. Kalaupun
dirapikan, tidak rapi seperti sedia kala. Seperti beberapa trotoar dan
pinggir jalan berikut ini.

Semoga pihak penggali kabel dan Dinas Pekerjaan Umum (PU) DKI
bertindak membenahi trotoar ini agar cantik kembali. Berikut
penampakan trotoar hasil dari jepretan detikcom dan pembaca:

1. Jalan Warung Buncit

Perbaikan sarana trotoar menjadi salah satu langkah Pemprov DKI untukmemanjakan pejalan kaki. Tapi sayangnya, usaha perbaikan trotoar sepertinya sia-sia, karena ada proyek perbaikan kabel yang merusak keindahan trotoar.

Seperti yang dilihat detikcom di kawasan Jl Warung Buncit hingga Jl Warung Jati Barat Raya, Jaksel, Senin (27/1/2014). Trotoar yang sudah 'cantik' kini berubah menjadi si 'buruk rupa'

Namun saat difoto pada Selasa (28/12014) lalu, trotoar tampak agak rapi, namun tetap saja, ceceran tanah galian dan kabel yang mencuat itu masih mengganggu pengguna jalan.

2. Jalan TB Simatupang

Trotoar di kawasan Jl TB Simatupang, Jaksel ini rusak parah. Para tukang galian kabel meninggalkannya begitu saja. Padahal dahulu amat nyaman melintas di trotoar ini. Kini pejalan kaki mesti khawatir karena ada lubang.

"Ini sudah berbulan-bulan lalu," kata Ningsih tukang warung di depan Gedung Galeri Niaga, Jl TB Simatupang dari arah Depok ke Ragunan, Senin (27/1/2014).

Tanah merah sisa galian masih menumpuk di atas trotoar. Sebuah lubang yang cukup membuat orang terperosok masih menganga. Tak diketahui jelas, pekerja galian kabel apa yang tak bertanggung jawab ini.

"Ya udah ditinggal gitu saja ama tukang galian, nggak ada yang ngerjain lagi," jelas Ningsih.

3. Jalan Jenderal Sudirman

Entah apa yang harus dilakukan agar para mandor galian kabel bisa bekerja dengan benar. Bayangkan di ruas protokol Jl Jenderal Sudirman, Jakarta saja mereka berani meninggalkan jejak dengan seenaknya.

Seperti yang disampaikan pembaca detikcom, Heryanto dalam surat elektronik ke redaksi@detik.com, pada Selasa (28/1/2014).

Karung-karung berisi tanah bekas galian kabel sudah lebih dari satu bulan ditinggal begitu saja di jalan.

"Trotoar dirusak bekas galian pipa di depan Gedung Mayapada dan Hotel Le'Meridien," jelas Heryanto.

4. Jl HR Rasuna Said

'Kecantikan' trotoar di Jl Rasuna Said, Kuningan, Jakarta dirusak oleh proyek galian kabel. Perbaikan trotoar yang sudah dilakukan Pemrov DKI seolah menjadi sia-sia.

Pembaca detikcom, Wiwin Yulius dalam surat elektronik ke redaksi@detik.com, Selasa (28/1/2014) sempat mengambil gambar
perubahan trotoar itu.

Wiwin menuturkan pada April 2013, trotoar di dekat lampu merah Kuningan masih berantakan. Kemudian pada November 2013, trotoar
diperbaiki menjadi nyaman digunakan oleh pejalan kaki.

"Dan parahnya, selama bulan Januari ini, trotoar yang sudah bagus ini kebongkar akibat galian kabel yang sembarangan dan dibiarkan
berantakan selama 2 mingguan lebih. Saat ini masih seperti ini keadaannya," jelas Wiwin.

Padahal saat trotoar itu sudah diperbaiki amat nyaman dan enak dilalui. Menikmati Jakarta dengan berjalan kaki pun bisa dilakukan,
tapi kini galian kabel merusaknya.

5. Jalan Raya Hankam Jaktim

Afit, warga Pondok Gede, Jakarta Timur, merapikan trotoar di depan warungnya dengan kocek sendiri agar pembeli datang ke warungnya. Namun tukang galian kabel datang dan malah merusaknya tanpa mengembalikan ke kondisi semula.

Warung Afit terletak di pinggir jalan raya Hankam Pondok Gede, Jaktim, tepatnya di dekat pertigaan Mal Pondok Gede ke arah Ujung Aspal. Tepat sebulan lalu, ada proyek penggalian di pinggir jalan. Area di depan warung Afit ikut digali.

Namun ternyata, setelah proyek selesai, ada beberapa titik yang tidak dirapikan seperti semula. Kabel terlihat menyembul keluar dari dalam tanah dan temboknya hancur tak beraturan.

"Padahal itu saya yang nyemen segala macam buat parkir motor. Eh malah dirusak," ujar Afit dalam surat elektronik kepada detikcom, Selasa (28/1/2014).
Halaman 2 dari 6
(nwk/tfq)


Berita Terkait