Begini Suasana Giribangun pada Peringatan 6 Tahun Wafatnya Pak Harto

Begini Suasana Giribangun pada Peringatan 6 Tahun Wafatnya Pak Harto

Muchus Budi R. - detikNews
Selasa, 28 Jan 2014 20:11 WIB
Begini Suasana Giribangun pada Peringatan 6 Tahun Wafatnya Pak Harto
Foto: Muchus Budi R/detikcom
Karanganyar -

Tidak ada aktivitas menonjol di Astana Giribangun pada peringatan 6 tahun wafatnya penguasa Orde Baru, Soeharto. Tetap senyap dan sesekali ada pengunjung yang datang.

Hanya satu karangan bunga dari sebuah perusahaan dari Bali yang dikirim ke Astana Giribangun. Itupun bukan perusahaan milik dari keluarga besar Cendana. Kepala Pengelola Astana Giribangun, Sukirno, mengatakan, karangan bunga itu tiba di Giribangun pada Senin sore kemarin, langsung ditempatkan di sisi pintu masuk astana.

"Mungkin dikiranya disini ada acara khusus memperingati enam tahun wafat Pak Harto. Padahal tidak ada acara apa-apa. Peringatan itu biasanya dihitung dengan penanggalan Jawa, bukan masehi. Bahkan kalau para putra-putri mempunyai acara khusus pada tepat hari lahir atau weton Pak Harto," ujar Sukirno, Selasa (28/1/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sukirno mengatakan tidak ada peningkatan khusus kunjungan pada 6 tahun wafat Soeharto. Dikatakannya, memang dalam setahun terakhir tingkat kunjungan mengalami peningkatan drastis yang mungkin diperkirakan karena adanya kerinduan warga terhadap pemimpin seperti Soeharto. Ditambah lagi pada beberapa bulan terakhir banyak kunjungan dari para caleg.

"Tapi tidak kemudian ada peningkatan khusus pada tepat enam tahun wafatnya Pak Harto ini. Biasa saja kok. Setiap hari Minggu atau hari libur pengunjungnya ya sekitar 1.000 hingga 1.500 orang per hari. Kalau hari kerja seperti ini ya mencapai 300 orang per hari," lanjutnya.

Ketika detikcom bertanya ke pengunjung, ternyata mereka memang tidak tahu jika hari ini adalah hari pemakaman Soeharto pada enam tahun lalu. "Saya datang dengan keluarga dari Ambarawa, langsung datang saja dan malah tidak tahu kalau ini tepat enam tahun pemakaman Pak Harto," ujar Ferianto.

(mbr/trw)


Berita Terkait