Warga Kesal Banjir kok Dipolitisir

Relawan Banjir

Warga Kesal Banjir kok Dipolitisir

Ropesta Sitorus - detikNews
Selasa, 28 Jan 2014 18:07 WIB
Warga Kesal Banjir kok Dipolitisir
Anak-anak korban banjir. (foto-detikcom)
Jakarta - Banjir di Jakarta dan sekitarnya banyak dimanfaatkan oleh sejumlah calon legislator sebagai ajang promosi. Mereka mencoba mendekatkan diri dengan masyarakat lewat pemberian aneka rupa bantuan. Aksi mereka berbarengan dengan berbagai relawan lain baik dari dinas sosial resmi maupun intitusi, instansi swasta lainnya ataupun kelompok komunitas.

Mereka menyambangi lokasi-lokasi bencana banjir dan memberikan bahan sembako ataupun keperluan lain. Keberadaan relawan ini diakui Agustina, 27 tahun ada yang positif. Korban banjir di kawasan perumahan di Bekasi itu berujar ia sempat mendapatkan bantuan berupa mi instan, roti dan air mineral ketika rumahnya dilanda banjir awal Januari lalu.

“Relawan-relawan itu sebenarnya mesti ditanggapi positif juga, entah ada 'udang di balik batu'nya, sepanjang memang bantuannya diperlukan ya enggak apa-apa," kata Agustina ketika berbincang dengan detikcom, Selasa (28/1).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hanya saja, dia kesal kepada caleg yang menggunakan momentum banjir untuk kepentingan promosi. Dia mengingat di lingkungannya di Bekasi Timur pernah ada bantuan dari sebuah partai berupa satu kardus mi instan yang ditempel foto seorang caleg.

"Ada yang lucu, seorang caleg Golkar yang kirimin 1 dus Indomie, katanya suruh bagi-bagi warga. Yang benar saja, satu dus itu isinya 48 bungkus sementara warga ada 450 orang satu RT. Itu sih bukan bantuan," kata warga RT 1 RW 14 Perumahan Irigasi Danita, Bekasi Timur itu.

"Ya pasti ada (udang di balik batu), wong di kardus mi itu ditempel foto calegnya, jadi memang sambil promo," tambah karyawati swasta di bilangan Jakarta Selatan ini.

Ketua RT 1 RW 14 Perumahan Irigasi Danita, Bekasi Timur, Firdaus membenarkan, ihwal banyaknya bantuan yang mengalir ke lingkungannya, baik dari partai, ormas maupun individu. Menurut dia bantuan tersebut bersifat spontan, tanpa ada komitmen atau ajakan untuk memilih caleg dan partai tertentu.

“Susah dibuktikan (ada maksud di balik bantuan itu), karena lisan saja mereka tidak ngomong. Memang di dusnya ada kita lihat foto partai tapi dia menyerahkan spontan, tidak ada komitmen tertentu,” kata Firdaus.
 
Bahkan dia pun baru tahu bahwa si pemberi bantuan saat banjir merupakan seorang caleg. “Saya baru tahu belakangan ini,” kata dia.

(ros/erd)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads