Hore! Bayi Orangutan Kalimantan Lahir di TMR Ragunan

Hore! Bayi Orangutan Kalimantan Lahir di TMR Ragunan

Rini Friastuti - detikNews
Selasa, 28 Jan 2014 14:19 WIB
Hore! Bayi Orangutan Kalimantan Lahir di TMR Ragunan
Jakarta - Taman Margasatwa Ragunan (TMR) saat ini tengah bergembira. Kebun binatang kebanggaan DKI Jakarta tersebut kembali mendapat koleksi baru saat seekor bayi orangutan jenis Kalimantan telah lahir dalam keadaan sehat.

"Bayi orangutan Kalimantan ini lahir pada 8 Desember 2013 lalu, berjenis kelamin betina," ujar lepala Humas TMR, Bambang Wahyudi dalam keterangannya, Selasa (28/01/2014).

Wahyudi mengatakan, bayi orangutan itu berasal dari pasangan orangutan Kalimatan bernama Sisca (40) dan Bimo (40). Bertambahnya koleksi orangutan ini menambah koleksi orangutan di TMR yang saat ini berjumlah 44 ekor.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saat ini kita punya 39 ekor orangutan Kalimantan dan 5 ekor orangutan Sumatera," kata Wahyudi.

Wahyudi kembali menjelaskan, kedua induk orangutan ini berasal dari jenis orangutan Kalimantan dan sudah tinggal di TMR selama lebih dari 20 tahun. "Pengembangbiakan orangutan termasuk sulit, karena selain tidak bisa dikawin silang dengan jenis lain, siklus berkembang biak terhitung lama," sambungnya.

Sulitnya pengembangbiakan orangutan disebabkan beberapa faktor. Mulai dari usia kawin orangutan yang dimulai saat berusia delapan tahun, siklus kawin selama lima tahun sekali atau kondisi lingkungan yang tak kondusif.

"Kalau usia kandungan terhitung pendek, sekitar delapan bulan, tapi yang lama itu karena induk akan benar-benar melepas anaknya setelah umur lima tahun, anaknya bisa survive dan bisa hidup sendiri. Kemudian sang induk bisa birahi dan kawin kembali," paparnya.

Perkawinan silang orangutan Kalimantan dan Sumatera juga tak bisa dilakukan karena memiliki jenis yang berbeda.

"Orangutan Sumatera berbulu tebal, panjang, coklat muda, chickpad atau lipatan muka tidak terlalu besar, ukuran tubuh berkisar 100 kilogram. Sedangkan pada jenis orangutan Kalimantan memiliki ciri-ciri berbulu pendek, Chickpad atau lipatan muka besar, berwarna gelap, ukuran tubuh berkisar 100 kilogram," jelasnya.

Keberhasilan TMR dalam mengembangbiakan orangutan Kalimantan tersebut, menurut Wahyudi, merupakan suatu kesuksesan tersendiri. Karena Sisca dan Bimo merupakan Orangutan liar yang pertama kali ditemukan oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dari seorang kolektor hewan ilegal di wilayah Jakarta 20 tahun silam.

(rii/rvk)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini